Tolak Jadi Wadah Banjir, Warga Kranji Desak Pemkot Keruk Kali Beringin

Redaktur author photo
Spanduk penolakan warga RW 03 sampai 06 Kelurahan Kranji Bekasi Barat

inijabar.com, Kota Bekasi - Gelombang protes keras melanda proyek pembangunan pedestrian dan saluran air di Perumnas 1, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kita Bekasi.

Isu penolakan itu mencuat setelah warga di wilayah RW 03, RW 04, RW 05, dan RW 06, membentangkan spanduk penolakan tegas, lantaran khawatir wilayah mereka hanya akan dijadikan tempat penampungan air pembuangan, yang berpotensi memperparah banjir.

Warga menuntut agar Pemerintah Kota Bekasi, mendahulukan pengerukan dan perbaikan turap Kali Beringin, sebelum melanjutkan proyek saluran di area permukiman, pada Kamis (11/6/2026).

Merespons penolakan masif tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi bersama Lurah Kranji, akhirnya menggelar dialog intensif demi mencari titik temu.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua RW 05, Asep, mengungkapkan bahwa keresahan warga di bantaran kali sangat beralasan, karena sedimentasi yang menumpuk bertahun-tahun telah membuat aliran air tidak optimal saat hujan deras. Bahkan, saking khawatirnya, sebagian warga sampai pernah menyiagakan perahu.

"Yang kami persoalkan bukan pembangunan salurannya, tetapi dampaknya. Jangan sampai saluran diperbesar sementara Kali Beringin yang menjadi muara pembuangan belum dikeruk. Itu justru berpotensi menambah banjir di wilayah kami," ujar Asep.

Asep juga menyayangkan minimnya pelibatan masyarakat sejak awal, dalam proses perencanaan proyek pedestrian dan saluran tersebut.

Mencairkan ketegangan, Lurah Kranji, Agus Joko, memastikan bahwa aspirasi warga telah diakomodasi dan kesepakatan konkret antar-kedua belah pihak telah tercapai. Pemerintah berkomitmen menjadikan penataan kali sebagai prioritas utama.

"Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Salah satu tuntutan warga adalah pengerukan Kali Beringin karena sedimentasi yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Minggu depan alat berat akan mulai masuk dan lokasi pembuangan sedimentasi juga sudah disiapkan," kata Joko.

Joko menambahkan, tim teknis dari Pemkot Bekasi saat ini tengah melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik turap yang jebol, rusak, atau perlu ditinggikan agar kapasitas tampung Kali Beringin meningkat sebelum musim hujan tiba.

"Kami terus berkoordinasi dengan pengurus RW setempat, demi mempermudah akses masuknya alat berat ke lokasi pekerjaan," ungkap Joko.

Dengan adanya komitmen pengerukan tersebut, warga Kranji sepakat memberikan waktu bagi pemerintah untuk membuktikan janji mereka di lapangan, guna meredam kecemasan ribuan jiwa yang membayangi wilayah tersebut. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini