![]() |
| Pelaku yang terekam kamera saat melakukan kekerasan pada wanita dan anak balitanya |
inijabar.com, Kota Bekasi – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang balita dan ibunya di Kota Bekasi menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Hingga kini, pelaku yang diduga melakukan kekerasan tersebut masih belum berhasil diamankan aparat kepolisian.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/6/2026) dan memicu kecaman luas dari masyarakat. Dalam video yang beredar, tampak seorang ibu diketahui bernama Rajt Kartika Oman Putriwijaya seorang ibu rumah tangga.
Kartika saat kejadian menangis sambil merekam situasi usai mengalami tindakan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal.
Kartika saat itu juga sedang mengendarai mobil bersama balitanya. Ketika melintas, kendaraan yang dikemudikan nya diduga tidak sengaja menyenggol sebuah sepeda motor yang sedang terparkir di pinggir jalan.
Dia saat itu menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik kendaraan. Namun situasi justru memanas. Pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan balita yang berada di dalam mobil terkena pukulan.
Tak hanya itu, ibu dari balita tersebut juga diduga menjadi korban tindakan tidak manusiawi setelah diludahi oleh pelaku di hadapan anaknya yang masih kecil.
Akibat kejadian tersebut, balita yang menjadi korban disebut menangis histeris dan mengalami ketakutan. Kartika pun berusaha mencari bantuan warga sekitar untuk menenangkan anaknya sebelum merekam pelaku menggunakan telepon genggam sebagai bukti.
Video yang memperlihatkan kepanikan korban kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan pelaku, terlebih karena kekerasan diduga dilakukan di hadapan anak kecil.
Sejumlah warga yang berada di lokasi saat kejadian juga menyarankan korban untuk segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Korban kemudian melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polres Metro Bekasi Kota.
Pelaku Belum Tertangkap
Meski laporan telah dibuat dan video kejadian viral, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai penangkapan pelaku. Identitas pelaku maupun motif pasti di balik tindakan tersebut juga masih belum diungkap secara terbuka.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Banyak pihak berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan menangkap pelaku agar memberikan rasa keadilan bagi korban.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi di ruang publik. Perselisihan akibat insiden lalu lintas seharusnya dapat diselesaikan secara baik tanpa harus berujung pada tindakan kekerasan, apalagi melibatkan anak-anak.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun perkembangan terbaru proses penyelidikan.(*)



