![]() |
| Dokumentasi pelatihan security di SPD Group. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Beban finansial yang tinggi untuk mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Kualifikasi Gada Pratama, kerap menjadi tembok penghalang bagi para pencari kerja, yang berminat menekuni profesi satuan pengamanan (satpam).
Di tengah tingginya serapan kebutuhan tenaga sekuriti di sektor industri, skema pembiayaan mandiri, dinilai memberatkan masyarakat prasejahtera yang belum memiliki penghasilan tetap.
Menyikapi hambatan tersebut, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) Security Phisik Dinamika (SPD) Group, meluncurkan program rekrutmen inklusif tanpa pungutan biaya awal.
Perusahaan jasa pengamanan yang berbasis di Cilandak, Jakarta Selatan ini, menerapkan sistem dana talangan penuh untuk membiayai seluruh rangkaian diksar hingga calon satpam disalurkan ke dunia kerja.
Direktur Utama SPD Group, Muhamad Ali Ahmad, atau yang akrab disapa Panglima Ali, menegaskan bahwa kebijakan 'nol rupiah' ini, sengaja diadopsi guna memutus mata rantai pungutan liar (pungli) yang kerap menyasar para pencari kerja.
"Para calon siswa di SPD tidak kami kenakan biaya pendaftaran atau administrasi sedikit pun. Seluruh biaya pendidikan kami talangi sampai mereka benar-benar bekerja dan mendapatkan penghasilan," ujar Panglima Ali kepada awak media, Jumat (17/7/2026).
Panglima Ali menjelaskan, para kandidat yang lolos seleksi administrasi akan langsung dikirim ke Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat), milik perusahaan seluas lima hektare di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor.
Di sana, para siswa akan menjalani masa penggemblengan fisik, pembentukan mental, dan penguatan karakter disiplin selama satu bulan penuh.
Kurikulum yang diterapkan, tidak hanya berfokus pada ketangkasan taktis, melainkan juga menyeimbangkan aspek spiritual keagamaan demi membentuk integritas personel saat bertugas di lapangan.
"Selama sebulan di Pusdiklat, para siswa tidak sekadar kami berikan pendidikan dasar pengamanan. Kami juga mewajibkan shalat lima waktu dan mengikuti kajian agama bagi yang muslim. Harapannya, mereka bisa mengimplementasikan kejujuran dan kedisiplinan ini di area kerja masing-masing," kata Ali menjelaskan sistem diksar.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, pihak manajemen SPD Group mengimbau para pelamar, untuk mendaftarkan diri secara mandiri tanpa melalui jasa perantara, untuk mengantisipasi modus penipuan dari oknum eksternal yang memanfaatkan nama besar perusahaan.
"Hati-hati terhadap oknum calo yang mengatasnamakan SPD dan meminta sejumlah uang. Kami tegaskan, tidak ada pungutan apa pun! Mereka ini kan datang untuk mencari kerja karena belum punya uang, masa harus dimintai biaya? Makanya kami fasilitasi di sini," ucap Ali menegaskan posisi perusahaannya.
Sebagai program keberlanjutan jangka panjang, korporasi juga telah menyiapkan skema pengembangan karier dan legalitas profesi bagi jajaran anggotanya. Personel yang menunjukkan loyalitas dan kinerja baik, akan diberikan fasilitas sertifikasi resmi dari otoritas kepolisian.
"Nanti setelah mereka mengabdi dan bekerja selama dua tahun, kami juga akan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan sertifikasi Gada Pratama di Polda Metro Jaya," pungkasnya. (Pandu)



