HUT Purwakarta ke 195: Jangan Lupa Sekolah, Rumah Sakit, dan Jalan Rusak

Redaktur author photo
Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke 195 pada Senin 20 Juli 2026 di kantor DPRD Purwakarta

inijabar.com, Purwakarta – Peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 berlangsung meriah. Pemandangan unik tampak di Kompleks Pemerintah Kabupaten Purwakarta, di mana deretan karangan bunga ucapan selamat diganti dengan bibit pohon buah seperti durian, mangga, sawo, belimbing, hingga jambu kristal.

Momentum peringatan hari jadi juga ditandai dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purwakarta yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, jajaran Forkopimda, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, tokoh masyarakat, serta para mantan kepala daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, menegaskan tema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa" bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menjaga seni, bahasa, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai identitas daerah.

Namun, di balik semangat pelestarian budaya, masyarakat juga menaruh harapan besar agar pembangunan menyentuh kebutuhan dasar warga.

Sektor pendidikan masih menjadi perhatian. Kualitas sarana dan prasarana sekolah, pemerataan fasilitas belajar, hingga peningkatan mutu pendidikan di wilayah perkotaan maupun pedesaan diharapkan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Di bidang kesehatan, masyarakat berharap pelayanan rumah sakit, puskesmas, serta ketersediaan tenaga kesehatan semakin baik sehingga akses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas dapat dirasakan seluruh warga.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Jalan yang mantap tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hari jadi seharusnya bukan hanya menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Budaya yang terjaga akan semakin bermakna jika diiringi pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang prima, serta infrastruktur yang memadai bagi seluruh masyarakat Purwakarta.

Dengan demikian, tema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa" dapat diwujudkan secara utuh melalui pembangunan yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini