Lawan Stunting, Pemkab Ciamis Bagikan Olahan Ikan dan Bangun MCK Keluarga

Redaktur author photo
Foto:dokumentasi

inijabar.com, Ciamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting sekaligus launching "Inovasi Imah Canting'  Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Tim Percepatan Penurunan Stunting, bantuan olahan ikan bergizi disalurkan kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana.

Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang diintegrasikan dengan berbagai intervensi gizi untuk mendukung target penurunan stunting di Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis A Rahayu Radityananto menjelaskan, ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya omega-3, asam amino esensial, zat besi, serta berbagai mineral penting yang sangat dibutuhkan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi dampak dari kekurangan gizi kronis yang dapat menurunkan kualitas generasi masa depan. Karena itu kami menghadirkan olahan ikan seperti nugget, abon, dan sosis ikan agar lebih disukai anak-anak sehingga kebutuhan gizinya lebih mudah terpenuhi," ujar Rahayu. Kamis (23/7/2026)

Paket bantuan yang dibagikan berasal dari hasil olahan perikanan lokal. Selain penyaluran bantuan, para ibu dan kader Posyandu juga mendapatkan pelatihan mengolah ikan menjadi menu sehat, bergizi, ekonomis, dan mudah dibuat di rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Rizal Sofyan menegaskan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah.

"Kombinasi konsumsi protein hewani dari ikan dengan pola asuh yang baik diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Ciamis menuju target nasional," katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Yuli, warga Desa Bunter, mengaku terbantu dengan program tersebut.

"Selama ini saya bingung mencari lauk yang murah tetapi disukai anak. Dengan olahan ikan ini saya jadi tahu cara membuatnya sendiri di rumah," ungkapnya.

Sanitasi Jadi Sorotan

Pada kesempatan yang sama, Camat Sukadana, Yanti Herayani, mengungkapkan hasil verifikasi di lapangan menunjukkan masih banyak keluarga yang belum memiliki akses terhadap jamban, air minum layak, dan sanitasi yang memadai.

Menurutnya, persoalan sanitasi menjadi salah satu faktor yang harus ditangani bersamaan dengan pemenuhan gizi untuk menekan angka stunting.

Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Bunter yang telah mengalokasikan Dana Desa Tahun 2026 untuk membangun MCK bagi keluarga berisiko stunting.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Bunter yang menjadi pionir. Tahun 2026 ini sudah mengalokasikan dana desa untuk pembangunan MCK keluarga stunting sehingga masyarakat mulai memiliki akses sanitasi yang lebih baik," ujarnya.

Gerakan ASN Sisihkan Rp1.000 per Hari

Yanti juga memperkenalkan gerakan sosial Banting Sebu (Bantuan Anti Stunting Seribu) yang digagas di Kecamatan Sukadana.

Melalui program tersebut, seluruh ASN di lingkungan kecamatan menyisihkan Rp1.000 setiap hari untuk membantu penanganan stunting.

"Selama 10 bulan saya bertugas di Sukadana, Alhamdulillah dana yang terkumpul sudah digunakan untuk membantu pembangunan septic tank di Desa Ciparigi," jelasnya.

Ia berharap gerakan gotong royong tersebut dapat diadopsi oleh seluruh UPTD, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, penanganannya tidak akan cepat. Karena itu diperlukan kolaborasi dan semangat gotong royong agar penanganan stunting bisa lebih optimal," pungkasnya.

Program pembagian olahan ikan bergizi beserta edukasi pengolahan pangan lokal ini akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis dengan melibatkan kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta kelompok pengolah ikan lokal agar manfaatnya menjangkau lebih banyak keluarga yang berisiko stunting

Share:
Komentar

Berita Terkini