Momen Hari Anak di Subang: Satu Telur Sehari, Jurus Alfamart Lawan Stunting

Redaktur author photo
Kegiatan edukasi di Hari Anak Nasional di Subang

inijabar.com, Subang – Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan Alfamart untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia. Melalui Program Satu Telur Sehari (STS), perusahaan tidak hanya membagikan bantuan pangan bergizi, tetapi juga mengedukasi keluarga agar memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

Memasuki tahun keempat pelaksanaan, Program STS menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar. Pada 2026, Alfamart menargetkan 2.700 anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan.

Langkah tersebut diperkuat dengan edukasi gizi kepada para orang tua. Di Kabupaten Subang, misalnya, sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti penyuluhan di Posyandu Kartini yang menghadirkan Ahli Gizi Puskesmas Sukarahayu, Herli Setianingsih.

Dalam sesi bertema "Optimalisasi Protein Lokal: Ragam Resep Olahan Telur untuk Pencegahan Stunting", Herli menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya vitamin dan mineral untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.

"Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat dan penyajian yang menarik, telur dapat menjadi menu favorit anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal," ujar Herli. Jumat (24/7/2026)

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya protein hewani, para orang tua juga diajarkan berbagai resep sederhana seperti kimbab telur, sup telur tomat, sempol tahu telur hingga puding telur susu agar anak tidak bosan mengonsumsi telur setiap hari.

Herli menegaskan, pencegahan stunting tidak cukup mengandalkan satu jenis makanan. Pola makan bergizi seimbang, kebiasaan hidup sehat, serta peran aktif orang tua dalam mengatur asupan gizi menjadi faktor penting menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Jangkauan Program Terus Meluas

Program Satu Telur Sehari menyasar balita yang telah terdata terindikasi stunting melalui pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu. Selama enam bulan, setiap anak menerima satu butir telur setiap hari yang disalurkan secara berkala agar pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat berjalan optimal.

Perjalanan program ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun:

2022: 177.000 butir telur untuk 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

2024: 103.000 butir telur untuk 591 anak di 12 kabupaten/kota.

2025: 189.000 butir telur untuk 1.000 anak di 25 kabupaten/kota.

2026: Lebih dari 510.000 butir telur untuk 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan perluasan program merupakan hasil evaluasi sekaligus bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung target nasional menekan angka stunting.

"Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," katanya.

Menurut Rani, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang dibagikan, tetapi juga perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan, yang menjadi salah satu indikator membaiknya status gizi.

"Intervensi gizi akan lebih optimal jika dibarengi peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu kami menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Harapannya, kebiasaan hidup sehat dapat terbentuk dan berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia," tutup Rani. (SriMS)

Share:
Komentar

Berita Terkini