Banyak Guru Rangkap Jadi Plt Kepsek, Dewan PSI Desak Pemkot Bekasi Bertindak

Redaktur author photo
Anggota DPRD Kota Bekasi Tanti Herawati

inijabar.com, Kota Bekasi – Kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah sekolah di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Bekasi dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Tanti Herawati, meminta Pemerintah Kota Bekasi segera mengisi posisi kepala sekolah definitif agar guru tidak terus dibebani tugas ganda sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.

Menurut wanita yang akrab disapa Sis Hera ini, informasi yang diterimanya menunjukkan masih ada sejumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Akibatnya, guru harus merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Sekolah di samping tetap menjalankan tugas mengajar.

"Guru sudah memiliki tugas pokok mengajar, membimbing, dan mendidik siswa. Jika masih harus mengurus administrasi sekolah, manajemen, hingga pertanggungjawaban dana BOS, tentu bebannya menjadi berlipat," ujar  Hera. Selasa (4/8/2026).

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu kualitas pembelajaran di sekolah. Pasalnya, kepala sekolah memiliki tanggung jawab strategis dalam memimpin tenaga pendidik, mengelola sekolah, menjaga mutu pendidikan, hingga menjadi penghubung antara sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan.

Hera juga mengingatkan bahwa Wali Kota Bekasi telah menekankan pentingnya profesionalisme guru dan kepala sekolah. Namun menurutnya, profesionalisme sulit diwujudkan apabila guru harus menjalankan dua peran sekaligus.

"Bagaimana guru bisa fokus mendidik jika waktunya juga tersita untuk urusan administrasi dan manajerial sekolah? Apalagi ada kelas di Kota Bekasi yang jumlah siswanya mencapai 44 orang. Sekolah membutuhkan kepala sekolah definitif," katanya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Bekasi ini mendesak Dinas Pendidikan Kota Bekasi mempercepat proses pengisian jabatan kepala sekolah melalui mekanisme yang transparan dan sesuai ketentuan. Selain itu, ia meminta evaluasi distribusi tenaga pendidik agar tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekosongan pimpinan.

Menurutnya, komitmen Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus diwujudkan melalui penempatan kepala sekolah definitif di setiap satuan pendidikan.

"Jangan sampai guru menjadi korban kebijakan. Komitmen meningkatkan mutu pendidikan harus dibarengi dengan penyediaan kepala sekolah yang definitif di setiap sekolah," tegasnya.

Sebagai anggota DPRD, Tanti memastikan persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat komisi bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Ia berharap solusi segera diambil agar para guru dapat kembali fokus menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik.

"Guru adalah garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan. Mereka harus dilindungi dan dimuliakan, bukan justru dibebani tugas yang berlebihan. Persoalan ini harus segera diselesaikan demi kualitas pendidikan anak-anak Kota Bekasi," pungkasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini