![]() |
| Pengurus PAPPRI Depok saat acara pelantikan |
inijabar.com, Depok – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Depok menegaskan komitmennya untuk memajukan industri musik lokal melalui sepuluh bidang program kerja strategis.
Program tersebut dirancang untuk melindungi hak kekayaan intelektual para musisi sekaligus menggeliatkan kembali ruang ekspresi bagi para musisi, penyanyi dan pencipta lagu di Kota Depok.
Pernyataan ini disampaikan, Ketua DPC PAPPRI Kota Depok, Qory Hatmalina usai mengikuti pelantikan sekaligus pengukuhan kepengurusan baru DPC PAPPRI Kota Depok periode 2026-2031 yang digelar di kawasan Margonda Raya, Senin (3/8/2026).
Ketua DPC PAPPRI Kota Depok, Qory Hatmalina menyatakan bahwa kepengurusan baru yang melibatkan sekitar 60 orang anggota resmi dari sepuluh divisi tersebut siap menghadirkan terobosan nyata untuk mengembangkan potensi industri musik dan musisi lokal.
Adapun divisi tersebut mencakup bidang industri dan produksi, hukum, hingga penanganan isu nasional seperti penggunaan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang mulai menjadi sorotan bagi para seniman khususnya pencipta lagu.
Sebagai program terdekat yang paling dinanti, Qory menyebut bahwa PAPPRI Depok berencana akan menggagas gelaran ‘Pesta Rakyat’ guna menunjukkan aksi nyata dari PAPPRI kepada warga Depok. Acara ini, kata dia direncanakan mengusung konsep kolaborasi lintas genre dengan memadukan hiburan penampilan penyanyi dangdut, pop, hingga rock dalam satu panggung inklusif.
"Konsepnya nanti kita kolaborasi, ada penyanyi pop yang menyanyikan lagu dangdut, ataupun penyanyi dangdut yang menyanyikan lagu rock bahkan nanti ada bazar UMKM juga. Jadi semua genre musik dan UMKM terlibat lah, intinya semuanya itu untuk menghibur warga Kota Depok," ujar Qory kepada awak media. Selasa (4/8/2026)
Pada rangkaian acara Pesta Rakyat ini rencananya akan dimulai di wilayah barat Kota Depok dan berlanjut secara bergilir ke titik lokasi wilayah Kecamatan lainnya. Agar seluruh masyarakat dapat menikmati hiburan secara merata.
Wanita yang dikenal juga sebagai Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra itu menyampaikan pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah program jangka panjang lainnya diantaranya yakni Penyusunan Basis Data (Database) terhadap musisi, penyanyi, dan pencipta lagu di Kota Depok agar ekosistem industri musik lebih terstruktur.
Kemudian, akan menggelar Rekor Muri Musisi yang rencananya pemecahan rekor Muri tersebut akan dilaksanakan melalui penampilan kolosal yang melibatkan seribu drummer, gitaris, serta musisi muda berbakat lainnya di Kota Depok.
Mereka, kata dia, juga akan membuat program Pemberdayaan Seniman Muda melalui penyediaan ruang tampil seluas-luasnya bagi generasi muda agar talenta lokal dapat terus berkembang dan berprestasi.
“Itu sejumlah program-program kami yang akan siap kita jalankan. Terpenting intinya PAPPRI Depok ini tidak boleh vakum lah, kita akan aktifkan kembali sampai lima tahun ke depan,” kata Qory.
Terkait sinergi PAPPRI dengan Pemerintah Kota Depok yang ditandainya dengan hadirnya Wali Kota Depok dalam pengukuhan pengurus baru.
Dukungan dari pemerintah daerah ini, kata Qory dinilai sebagai angin segar bagi para musisi lokal untuk mendapatkan ruang berekspresi yang lebih luas, termasuk adanya dorongan untuk mengoptimalisasi Taman Musik yang ada di Kota Depok.
“Nanti kita juga akan berencana mengecek sama-sama seperti apa kondisi Taman Musik yang ada di kawasan Merdeka, Depok ini. Apakah bisa kita aktifkan juga sebagai ruang ekspresi untuk para musisi atau bagaimana nantinya kalau bisa kita optimalisasikan juga taman itu,” tandasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan lintas generasi. PAPPRI Depok optimistis kepengurusan baru ini dapat berjalan dinamis, solutif serta membawa kesejahteraan dan kemajuan seluruh masyarakat khususnya bagi para musisi dan penggemar musik di Kota Depok.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok, Nuroji menyatakan dukungannya terhadap perkembangan Kota Depok sebagai kota yang dinamis dalam bidang seni dan budaya. Kehadiran berbagai komunitas seni di Depok, kata dia dinilai mampu menambah suasana dan gairah berkesenian di tengah masyarakat.
Nuroji menjelaskan adapun sejumlah komunitas seni yang telah aktif saat ini di Kota Depok diantaranya yakni ada PASKI (Persatuan Seniman Komedian Indonesia), berbagai macam paguyuban seni tradisi, PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia) dan berbagai komunitas seni lainnya seperti sanggar-sanggar tari dan organisasi seni musik.
Dengan adanya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan serta turunan produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan di Kota Depok. Nuroji menilai ini menjadi modal penting bagi para seniman untuk lebih leluasa dalam berkarya.
“Karena budaya itu kan dipandang sebagai ikon kota ya, yang membuat suatu wilayah menjadi hidup. Dimana pengenalan budaya dapat diperkuat melalui berbagai acara yang rutin diadakan di gedung-gedung pemerintahan maupun alun-alun kota,” jelasnya.
Selain musik, Nuroji mengatakan pihaknya (Dewan Kebudayaan) juga mendorong perkembangan seni lukis dan sastra di Depok. Agar lebih aktif berhimpun dan menyelenggarakan pameran.
“Mengingat sumber daya manusia di Depok juga banyak nih yang punya potensi besar di berbagai bidang seni mulai dari musik pop, musik tradisi, seni lukis, perfilman, sastra, hingga ratusan sanggar tari seluruh potensi. Ini juga penting perlu kita dorong bersama,” kata dia.
Dalam ekosistem kebudayaan daerah, masih kata Nuroji bahwa Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) memiliki fungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemajuan kebudayaan, yang meliputi upaya melestarikan, membina, mengembangkan, dan memberikan apresiasi terhadap karya seni.
“Jadi sebenarnya peran kita Dewan Kebudayaan Daerah di sini lebih kepada menjadi advokat dan perwakilan suara bagi para seniman untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah kota atau pemda. Seperti memfasilitasi dan mengadvokasi kebutuhan seniman, termasuk dalam hal pengajuan anggaran pemajuan kebudayaan kepada pemerintah. Sekaligus menjalankan fungsi pembinaan melalui kaderisasi dan pewarisan nilai kesenian kepada generasi muda,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna mengatakan pihaknya mengapresiasi dengan tingginya antusiasme dan hadirnya pembentukan pengurus baru PAPPRI Kota Depok.
Menurutnya dengan kehadiran para tokoh dari berbagai daerah serta Walikota Depok dinilai sebagai sinyal positif bahwa PAPPRI Depok ke depannya akan semakin bergelora dan aktif dalam berbagai kegiatan yang lebih baik.
Menurutnya, antusiasme yang terlihat dari kelengkapan kepengurusan lintas divisi dan wilayah ini menunjukkan potensi besar dalam memberikan dampak nyata, baik secara ekonomi maupun sosial.
"Tentu kebermanfaatannya diharapkan akan berdampak pada ekonomi dan sosial ya. Dari sisi ekonomi, kita melihat ada para penyanyi, pemusik, dan tentu saja siapa? Yaitu para pencipta lagu yang menciptakan karya," ujar Pradi.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu menekankan pentingnya ruang dan kesempatan bagi para seniman untuk terus berkarya, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan fasilitas yang ada.
Pihaknya juga mendorong agar regulasi, baik melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi maupun Kota, dapat lebih berpihak pada pengembangan sektor seni dan budaya.
Saat disinggung mengenai keberadaan Gedung Kesenian atau Taman Musik yang pembangunannya sudah ada sejak 2023 di Depok.
Dengan tersedianya tempat tersebut, dirinya berharap fasilitas tersebut dapat dioptimalkan penggunaannya untuk pembinaan para musisi dan seniman lokal.
"Wadah sudah ada, tempat juga sudah ada untuk berkarya, tinggal bagaimana mengoptimalkan regulasinya. Agar tempat tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembinaan musisi-musisi kita, khususnya bagi mereka yang memiliki talenta dan kemampuan bagus, namun belum memiliki jembatan untuk didorong oleh pemerintah," pungkasnya. (Risky)



