![]() |
| Sebagian partai politik di Indonesia yang menggunakan logo dengan simbol hewan |
inijabar.com, Jakarta - Menjelang Pemilu 2029, peta politik Indonesia tak hanya berubah dari sisi koalisi dan tokoh. Identitas visual partai politik pun mulai mengalami pergeseran. Salah satu tren yang mencuri perhatian adalah semakin banyaknya partai yang mengganti logo menjadi simbol hewan.
Terbaru, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi memperkenalkan logo baru bergambar singa. Logo tersebut tetap didominasi warna oranye dengan tambahan huruf H di bagian bawah lambang singa.
Ketua Tim Satgas Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan perubahan itu bertujuan memperkuat identitas partai di mata masyarakat.
"Dulu, ketika orang ditanya apa lambang Hanura, mungkin cukup sulit menjelaskannya. Tetapi hari ini kita memiliki lambang baru berupa gambar singa," ujarnya.
Hanura, Gerakan Rakyat, dan PSI Kompak Pilih Hewan
Hanura bukan satu-satunya partai yang melakukan rebranding.
Partai Gerakan Rakyat juga meninggalkan logo lama berupa kentongan dan menggantinya dengan harimau sebagai identitas baru.
Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengubah logo bunga mawar menjadi gajah, yang diperkenalkan sebagai simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan semangat membangun organisasi yang lebih besar.
Partai yang lama berkiprah seperti PDI Perjuangan yang memakai logo kepala banteng, Partai Gerindra yang menggunakan simbol kepala burung garuda.
Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan baru di dunia politik Indonesia, yakni memilih simbol hewan yang lebih mudah dikenali sekaligus memiliki makna filosofis yang kuat.
Mengapa Simbol Hewan?
Dalam dunia komunikasi politik, logo bukan sekadar gambar. Logo menjadi identitas yang membantu pemilih mengingat sebuah partai, terutama di tengah banyaknya peserta pemilu.
Simbol hewan dinilai memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
Mudah dikenali dan diingat masyarakat.
Memiliki karakter yang kuat, seperti singa yang melambangkan kepemimpinan, macan yang identik dengan keberanian, serta gajah yang mencerminkan kebijaksanaan dan kekuatan.
Lebih efektif digunakan dalam kampanye digital maupun media sosial karena visualnya lebih menarik.
Bagi pemilih pemula, logo yang sederhana namun kuat juga dinilai lebih mudah melekat dibanding sekadar tulisan nama partai.
Rebranding Jelang Pemilu 2029
Perubahan logo menjadi bagian dari strategi rebranding politik menjelang Pemilu 2029. Selain memperbarui citra, pergantian identitas visual diharapkan mampu menarik perhatian generasi muda yang lebih akrab dengan komunikasi visual.
Meski demikian, pengamat menilai pergantian logo saja tidak cukup untuk meningkatkan elektabilitas. Kepercayaan publik tetap ditentukan oleh program, rekam jejak, serta kualitas kader yang ditawarkan kepada masyarakat.
Yang jelas, tren penggunaan simbol hewan kini menjadi warna baru dalam persaingan politik nasional. Jika sebelumnya logo partai identik dengan tulisan, bintang, padi, kapas, atau bunga, kini singa, macan, dan gajah mulai menjadi wajah baru partai politik Indonesia menuju Pemilu 2029.



