SPPG di Kec. Sukadana Dikritik, UMKM dan Warga Lokal Belum Dilibatkan

Redaktur author photo

 

Pertemuan warga dengan Kecamatan Sukadana terkait dapur SPPG.

inijabar.com, Ciamis – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sukadana menuai sorotan. Sejumlah tokoh masyarakat menilai pengelolaan dapur MBG belum memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar karena belum melibatkan tenaga kerja maupun pelaku usaha lokal.

Sorotan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sukadana, H. Dudung Jarot, usai menghadiri pertemuan bersama perwakilan SPPG di Kantor Kecamatan Sukadana, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, salah satu dapur SPPG yang berada di RT 04 RW 03 Dusun Cisadap, Desa Bunter, hingga kini dinilai belum memanfaatkan potensi masyarakat di lingkungan sekitar.

"Kami mencatat hal yang patut diperhatikan, yaitu penyelenggaraan program MBG saat ini belum melibatkan warga lokal dan pelaku usaha di sekitar," ujar Dudung.

Ia menegaskan, program MBG sejatinya tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal apabila pengelola melibatkan UMKM, petani, pemasok bahan pangan, hingga tenaga kerja dari wilayah sekitar.

Menurut Dudung, selama ini pasokan bahan baku, pengadaan kebutuhan dapur, maupun perekrutan tenaga kerja masih didominasi pihak dari luar sehingga manfaat ekonomi belum dirasakan masyarakat Sukadana.

"Padahal, jika produk dan jasa warga sekitar ikut dilibatkan, manfaat program akan berlipat ganda. Selain memberikan asupan gizi yang baik bagi penerima manfaat, program ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat," katanya.

Karena itu, ia mendorong pengelola SPPG segera membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM, petani, produsen pangan, hingga warga yang memiliki kompetensi untuk bekerja di dapur MBG.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari meningkatnya pendapatan warga hingga tumbuhnya usaha kecil di sekitar lokasi dapur.

Dudung berharap evaluasi terhadap pengelolaan SPPG segera dilakukan agar tujuan besar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaannya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait kritik tersebut.(diki)

Share:
Komentar

Berita Terkini