![]() |
| Calon tunggal Ketua KNPI Depok Dr Karlina saat menyerahkan berkas pendaftaran |
inijabar com, Depok – Bursa pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok periode 2026–2031 mendadak berubah menjadi drama yang menyita perhatian. Di saat publik memperkirakan Musyawarah Kota (Muskot) hanya akan diikuti calon tunggal, justru muncul kejutan ketika bakal calon Dr. Karlina menarik kembali berkas pendaftarannya.
Keputusan tersebut membuat proses pencalonan yang semula berjalan mulus berbalik menjadi penuh tanda tanya. Panitia pun akhirnya memutuskan membuka kembali pendaftaran calon Ketua Kadin Kota Depok.
Berawal dari Perbedaan Nominal Dana Partisipasi
Ketegangan disebut bermula dari perbedaan pandangan mengenai besaran dana partisipasi atau kontribusi pelaksanaan Musyawarah Kota.
Panitia menjelaskan bahwa awalnya kontribusi ditetapkan sebesar Rp500 juta. Setelah berkoordinasi dengan Kadin Jawa Barat, nominal tersebut disepakati menjadi Rp375 juta karena hanya terdapat satu bakal calon yang mendaftar.
Namun, menurut panitia, saat proses penyerahan berkas di Hotel Bumi Wiyata, tim Dr. Karlina hanya bersedia menyerahkan Rp50 juta terlebih dahulu. Alasannya, mereka mengaku telah memperoleh arahan dari salah seorang pengurus Kadin Jawa Barat.
Perbedaan persepsi inilah yang kemudian memicu kebuntuan.
Suasana Memanas di Balik Penyerahan Berkas
Panitia mengaku sempat dipanggil ke area restoran hotel untuk membahas persoalan tersebut. Negosiasi berlangsung cukup alot, namun tidak menghasilkan titik temu.
Perwakilan panitia menegaskan bahwa angka Rp375 juta merupakan hasil keputusan resmi pleno panitia bersama Steering Committee (SC), sehingga tidak dapat diubah secara sepihak.
"Kami sudah menetapkan angka Rp375 juta sesuai keputusan panitia. Organisasi memiliki aturan yang harus dipatuhi," ujar perwakilan panitia kepada awak media.
Dr. Karlina Tarik Berkas, Pendaftaran Diulang
Hingga batas waktu penyerahan berkas berakhir pukul 17.00 WIB, kesepakatan tak kunjung tercapai.
Dalam situasi tersebut, Dr. Karlina akhirnya memilih menarik seluruh dokumen pendaftarannya dari tangan panitia.
Panitia menegaskan keputusan itu merupakan inisiatif dari pihak bakal calon, bukan karena panitia menolak pendaftaran.
Akibat penarikan berkas tersebut, status pencalonan dinyatakan belum memenuhi persyaratan administrasi sehingga proses pemilihan tidak dapat dilanjutkan dengan calon tunggal.
Panitia Buka Kesempatan untuk Calon Baru
Dengan batalnya proses pencalonan tersebut, panitia memastikan akan membuka kembali pendaftaran Ketua Kadin Kota Depok.
Langkah ini sekaligus membuka peluang munculnya kandidat-kandidat baru yang akan bersaing dalam Musyawarah Kota Kadin Depok 2026–2031.
Peristiwa ini menjadi salah satu dinamika paling mengejutkan dalam bursa kepemimpinan Kadin Depok. Yang semula diprediksi berlangsung tanpa persaingan, kini justru berubah menjadi kontestasi yang penuh drama dan masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai proses komunikasi antara panitia, calon, dan pihak-pihak terkait.(*)



