![]() |
| Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di Rapat Paripurna Milangkala Kabupaten Karawang ke 393 |
inijabar.com, Karawang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan sarat makna budaya saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Milangkala ke-393 Kabupaten Karawang, Senin (14/9/2026).
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyinggung dalang ternama H. Cecep Supriadi yang memiliki ciri khas memulai pementasan wayang dengan memancapkan simbol gunung (kayon) dan mengakhirinya dengan mencabut simbol tersebut.
Menurut KDM, tradisi itu bukan sekadar bagian dari pertunjukan wayang, melainkan mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Jawa Barat.
"Apa itu artinya? Bahwa kehidupan orang Jawa Barat tergantung dari gunungnya. Gunungnya menancap atau gunungnya dicabut. Kalau gunungnya menancap akan terjadi kemakmuran, namun jika gunungnya dicabut akan terjadi kehancuran," ujar Dedi Mulyadi.
Filosofi Wayang Jadi Pesan Penataan Ruang
KDM menjelaskan, simbol gunung dalam wayang menggambarkan pentingnya menjaga alam sebagai penyangga kehidupan masyarakat.
Ia menilai, para leluhur telah mewariskan ilmu tata ruang, kelestarian lingkungan, hingga kepemimpinan melalui simbol-simbol budaya yang diwariskan dalam seni pewayangan.
"Betapa tinggi ilmu tata ruang dalam kalimat wayang itu. Betapa tinggi ilmu filsafat dalam ilmu kepemimpinan," katanya.
Menurut Dedi, menjaga gunung bukan hanya soal melindungi kawasan hutan, tetapi juga menjaga sumber kehidupan, mulai dari ketersediaan air, keseimbangan alam, hingga keberlanjutan pembangunan.
Milangkala Karawang Jadi Momentum Refleksi
Pesan budaya yang disampaikan Gubernur Jawa Barat menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang.
Melalui filosofi wayang tersebut, Dedi Mulyadi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kearifan lokal sebagai dasar dalam membangun daerah, menjaga lingkungan, dan menghadirkan kepemimpinan yang berpihak pada keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Momentum Milangkala Karawang pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat identitas budaya serta komitmen menjaga warisan alam Jawa Barat bagi generasi mendatang.
Sebelumnya, di acara Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang di Lapangan Karangpawitan, Senin (14/9/2026).
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan pesan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Aep, jabatan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang cepat, nyata, dan berkualitas.
"Hari ini saya tegaskan, kehadiran pemerintah bukan untuk dilayani. Kita diberikan amanah untuk bisa melayani masyarakat," tegas Aep.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang harus saling memperkuat demi mewujudkan Karawang yang maju, optimistis, tangguh, efektif, kolaboratif, adaptif, dan responsif.
Tantangan Fiskal Tak Boleh Hambat Pembangunan
Dalam amanatnya, Aep juga menegaskan bahwa tantangan fiskal daerah tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pembangunan.
Pemkab Karawang, kata dia, tetap berkomitmen menjalankan berbagai program strategis serta pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.
Sejumlah proyek prioritas yang akan terus didorong antara lain perbaikan akses menuju Gerbang Tol Karawang Timur dan Karawang Barat, penataan kawasan Cikampek, hingga pembangunan Rumah Lansia.
Ajak Semua Pihak Wujudkan Nilai MOTEKAR
Pada momentum Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang, Aep mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan nilai MOTEKAR sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen daerah untuk mewujudkan Karawang yang semakin maju dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
Peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga semangat pembangunan, serta memperkuat sinergi bersama masyarakat menuju Karawang yang lebih maju.



