![]() |
| Ketua KADIN Depok dr.Karlina |
inijabar.com, Depok - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok berencana mengundang 20 organisasi Anggota Luar Biasa (ALB), termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), guna membahas penyelarasan program kerja bersama. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi antara induk organisasi pengusaha dan berbagai asosiasi sektoral di daerah.
Ketua KADIN Kota Depok, dr. Karlina menyatakan bahwa pertemuan tersebut akan dijadwalkan setelah rangkaian pelantikan pengurus KADIN rampung. Kata dia, agenda pelantikan kepengurusan KADIN direncanakan berlangsung serentak untuk 18 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat dalam waktu dekat.
"Semua ALB akan kita undang, iya semua ALB. Tapi kami menunggu pelantikan dahulu," ujar dr. Karlina usai menghadiri pelantikan BPC HIPMI Kota Depok, Sabtu (19/9/2026).
Sebagai induk organisasi, KADIN menaungi berbagai asosiasi pengusaha dan profesi sebagai Anggota Luar Biasa, seperti HIPMI, IWAPI, IPEMI, PHRI, serta asosiasi jasa konstruksi lainnya. Dalam struktur organisasi KADIN, menurutnya seluruh anggota aktif dikategorikan sebagai ALB yang memiliki kepengurusan tingkat nasional dan cabang di daerah. Di Kota Depok sendiri, tercatat ada 20 organisasi ALB yang telah terverifikasi.
dr. Karlina menyatakan KADIN siap memberikan dukungan penuh terhadap program kerja yang dicanangkan oleh para ALB, termasuk transformasi program berbasis teknologi yang kini tengah dilirik BPC HIPMI. Dia menilai kolaborasi tersebut diharapkan dapat difokuskan untuk mendorong pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan skala usaha (scaling up).
Melalui sinergi ini, KADIN akan memposisikan diri sebagai fasilitator yang memungkinkan bisa menghubungkan pelaku usaha dengan akses perbankan untuk pembiayaan dan investasi.
Selain itu, masih kata dr. Karlina bahwa KADIN juga berkomitmen untuk menyelaraskan program kerja para ALB dengan kebijakan Pemerintah Kota Depok, termasuk mendukung program penanggulangan stunting melalui pemberdayaan UMKM serta pengembangan inovasi daerah lainnya.
"Kita tidak akan mencampuri program itu sepanjang bukan berniat untuk dikerjasamakan, karena KADIN merupakan induk dari organisasi tersebut. Kita maunya kolaborasi, jadi KADIN nanti akan melihat, kalau memang sudah dikerjakan oleh ALB, kita tidak kerjakan, melainkan kita support dalam bentuk yang berbeda," tambahnya.
Kendati demikian, dr. Karlina mengakui bahwa optimalisasi kolaborasi program dengan seluruh ALB di Kota Depok masih perlu ditingkatkan. Dari total sekitar 20 organisasi ALB yang tercatat di tingkat lokal, KADIN akan menyerap aspirasi serta mendengar rencana program jangka pendek hingga Desember 2026 maupun proyeksi tahun 2027.
"KADIN ini kan induk organisasinya ya, jadi kita akan bantu, akan support apa yang dibutuhkan oleh ALB. Jangan sampai nanti kita bikinnya sama-sama, seperti kayak saingan, saya tidak mau ya. Kita itu maunya kolaborasi," pungkasnya.
Melalui langkah konsolidasi ini, KADIN berharap tidak terjadi tumpang tindih program kerja antar organisasi pengusaha, melainkan tercipta kolaborasi terpadu untuk memajukan perekonomian daerah di Kota Depok. (Risky)



