Pengurus HIPMI Depok 2026 Dilantik, Fokus Perkuat UMKM dan Kewirausahaan Kampus

Redaktur author photo
Pengurus HIPMI Depok periode 1026-2029 usai dilantik

inijabar.com, Depok- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Depok resmi memulai masa baktinya untuk periode 2026-2029 mendatang setelah pelantikan kepengurusan baru yang digelar di kawasan Margonda Raya, Kota Depok, Sabtu (19/9/2026). 

Dalam kepengurusan baru ini, HIPMI Kota Depok menetapkan fokus program strategis pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Depok, Ardian Fajar Prastyawan menyatakan bahwa organisasinya menargetkan pembinaan terhadap 300 hingga 400 UMKM binaan, agar dapat naik kelas dari total target program yang ditetapkan Pemkot Depok 1.000 UMKM naik kelas. 

Menurutnya, program naik kelas ini mencakup pemahaman mendalam mengenai manajemen bisnis dasar, tata kelola laporan keuangan, akses permodalan perbankan, hingga penentuan target pasar yang tepat.

"Target naik kelas ini bukan kerja yang mudah ya, tetapi memerlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor. Kami ingin HIPMI hadir untuk membagikan pengetahuan, akses, dan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM di Kota Depok," ujar Ardian.

Selain pembinaan UMKM, BPC HIPMI Kota Depok juga memperluas jangkauan pembinaan kewirausahaan melalui kerja sama formal dengan institusi pendidikan tinggi. Sejauh ini, HIPMI telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan 10 dari total 40 perguruan tinggi yang ada di Kota Depok. 

Menurutnya, langkah ini diarahkan untuk membentuk badan otonom kampus bernama HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) guna mendampingi mahasiswa yang ingin merintis usaha. 

Melalui program kampus tersebut, mahasiswa nantinya akan mendapatkan akses terhadap mentor bisnis serta peluang terhubung dengan jejaring investor dari kalangan anggota HIPMI.

Terkait potensi kewirausahaan bidang ekonomi kreatif. Ardian mengatakan bahwa organisasinya juga harus bisa menggandeng komunitas dalam pengembangan skala usahanya dengan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) untuk mengoptimalkan kewirausahaan kekinian seperti teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam struktur kepengurusan periode 2026-2029, Ardian menjelaskan bahwa pihaknya membentuk 12 badan otonom dan semi otonom, termasuk HIPMI Institute dan HIPMI Peduli. Guna menunjang operasional organisasi. Komposisi pengurus sendiri diisi oleh kombinasi seimbang antara pengurus lama dan anggota baru melalui proses kurasi kompetensi.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, yang hadir dalam pelantikan tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus BPC HIPMI Kota Depok periode 2022-2025 atas kolaborasi yang telah terjalin, sekaligus mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru periode 2026-2029. 

Wali Kota Supian Suri menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha muda untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi masyarakat.

Sebagai kepala daerah berlatar belakang birokrat, Supian Suri menyatakan bahwa pemerintah kota bersama DPRD memiliki keterbatasan dalam merumuskan kebijakan ekonomi secara mandiri. Oleh karenanya, pihaknya membuka ruang masukan yang luas dari HIPMI dan para pelaku usaha guna menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Depok.

"Pemerintah Kota Depok memohon dukungan dari teman-teman HIPMI untuk bersama-sama membahagiakan warga, mulai dari penanganan persoalan sosial seperti anak putus sekolah dan rumah tidak layak huni, hingga memfasilitasi pemasaran produk UMKM lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi," pungkas Supian Suri. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini