ASN Diboyong Belanja ke Pasar Baru Bekasi, Program Gebrak Pasar Efektif atau Seremonial?

Redaktur author photo
Walikota Bekasi Tri Adhianto dan Dirut PTMP David Rahardja saat belanja di Pasar Baru Bekasi.

inijabar.com, Kota Bekasi – Program Gebrak Pasar yang digagas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mulai dijalankan dengan mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi berbelanja langsung di Pasar Baru Bekasi.

Sejak pagi, ratusan ASN terlihat memadati Pasar Baru. Mereka tidak hanya berkeliling, tetapi juga membeli berbagai kebutuhan pokok dari pedagang.

Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan transaksi dan menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar tradisional.

Konsepnya sederhana. Belanja ASN diarahkan agar uang yang beredar di lingkungan pemerintah dapat langsung dinikmati pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Namun di balik tujuan tersebut, muncul sejumlah pertanyaan yang layak menjadi sorotan.

Kenapa Hanya Pasar Baru Bekasi?

Publik mempertanyakan mengapa program Gebrak Pasar hanya difokuskan di Pasar Baru Bekasi. Padahal Kota Bekasi masih memiliki sejumlah pasar tradisional yang juga menghadapi persoalan serius, seperti Pasar Kranji Baru, Pasar Bantargebang, Pasar Jatiasih, Pasar Pondokgede hingga Pasar Family.

Banyak pedagang di pasar-pasar tersebut juga mengeluhkan sepinya pembeli, kondisi bangunan, hingga minimnya perhatian pemerintah.

Jika tujuan program adalah membangkitkan ekonomi pasar tradisional, maka muncul pertanyaan apakah seluruh pasar tidak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian.

Efektifkah Mengandalkan Belanja ASN?

Secara jangka pendek, kehadiran ASN memang dapat meningkatkan omzet pedagang pada hari pelaksanaan.

Namun secara ekonomi, pola seperti ini dinilai lebih bersifat stimulus sesaat daripada solusi permanen.

Pasar tradisional membutuhkan pembeli yang datang setiap hari, bukan hanya ketika ada agenda pemerintah.

Artinya, keberhasilan sebuah pasar tetap bergantung pada kenyamanan, keamanan, kebersihan, akses parkir, harga yang kompetitif, serta keberagaman barang yang dijual.

Tanpa pembenahan faktor-faktor tersebut, lonjakan transaksi dari ASN berpotensi hanya menjadi efek sementara.

Muncul Pertanyaan Soal Pengelolaan Pasar Baru

Sorotan lain yang berkembang adalah karena Pasar Baru Bekasi kini telah dikelola oleh PT BETA melalui kerja sama dengan BUMD PT Mitra Patriot (Perseroda) yang masih menuai kontroversi dalam regulasi.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi publik apakah program Gebrak Pasar juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi di pasar yang telah memiliki pengelola baru.

Karena itu, transparansi mengenai tujuan, indikator keberhasilan, serta rencana keberlanjutan program menjadi penting agar tidak menimbulkan persepsi bahwa perhatian pemerintah hanya terpusat pada satu lokasi.

Jangan Berhenti pada Seremonial

Program mengajak ASN berbelanja patut diapresiasi sebagai bentuk keberpihakan terhadap pedagang pasar.

Namun kebijakan tersebut akan lebih berdampak apabila dibarengi dengan revitalisasi pasar, peningkatan fasilitas, penataan parkir, pengendalian kebersihan, promosi pasar tradisional, hingga pemerataan perhatian terhadap seluruh pasar rakyat di Kota Bekasi.

Jika Gebrak Pasar hanya berlangsung sesekali, dampaknya diperkirakan tidak akan signifikan terhadap peningkatan ekonomi pedagang dalam jangka panjang.

Sebaliknya, bila dijadikan gerakan berkelanjutan yang diterapkan secara bergilir di seluruh pasar tradisional, program ini berpotensi menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi kerakyatan.

Pertanyaan yang kini muncul bukan lagi apakah ASN mau berbelanja di pasar, melainkan apakah Gebrak Pasar mampu menjadi solusi permanen bagi kebangkitan seluruh pasar tradisional di Kota Bekasi, atau hanya menjadi aktivitas seremonial yang berfokus pada Pasar Baru Bekasi semata

Share:
Komentar

Berita Terkini