Kerap Dituding Asal-asalan Dalam Pekerjaan Proyek, PT. WPM Tetap Melenggang Terus?

Redaktur author photo


INIJABAR.COM, Indramayu - Salah satu kontraktor berinisial HKL yang  acapkali  diduga melaksakan pekerjaan rigit pavement denga melakukan pengurangan volume yang tidak sesuai standarisasi yang sudah di tetapkan dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Indramayu. Namun ironisnya yang bersangkutan selalu saja lolos saat mengikuti lelang pekerjaan melalui LPSE Kabupaten Indramayu.. 

HKL yang memiliki perusaahan bernama PT Wijaksana Putra Mulia (WPM) yang beralamat di Jln Raya Cikedung RT 08 RW 01 Cikedung – Indramayu, merupakan perusahaan penyedia Jasa kontruksi pemenang lelang Peningkatan Jalan Wanasari,Tugu Kab, Indramayu. Dengan nilai pagu Rp4 milyar, dari salah satu instansi di Pemkab Indramayu bersama Dinas PU PR Kab, Indramayu.

Tidak hanya itu, PT WPM ini, diketahui ditahun yang sama (tahun 2018) juga sebagai pemenang lelang proyek peningkatan jalan Jayawinangun, Kertasmaya.

Informasi yang diterima dari sumber yang berasal dari sebagian Ormas atau LSM di Kab, Indramayu, kerap kali disebut sebut Direktur atau penanggung jawab PT WPM.

Sedangkan lelang proyek peningkatan jalan Wanasari – Tugu dengan nilai tawar Rp 3,8 Milyar diduga melakukan praktek korupsi dalam pelaksanaan kerjaannya.

Berdasarkan pantauan sejumlah media dilapangan sewaktu kerjaan Sabtu  (28/07/2018) pukul 19:30 Wib malam, terdapat pada hamparan rigimix dilapisan bescos tidak memasang besi wermes dan besi samping kanan kiri, dan dowel sehingga dugaan kuat kerjaan tersebut menyimpang dari spek yang ada.

Kondisi tersebut disesalkan, Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Indramayu, Suparno,  saat memantau di lokasi..

”Sudah saya rekam visual, jelas sekali proyek jalan diwanasari Tugu sarat KKN, betapa tidak lihat kawan kawan media, hamparan Rigimix tidak memasang besi wermes, lapisan jalan ada yang tidak dikasih bescos, begisting dipasang dibawah galian, parahnya coba liat tidak ada pelaksana maupun pengawas disini.” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya akan mengkonfirmasi dinas terkait untuk menjelaskan persoalan yang terjadi di lokasi proyek tersebut.(Tri)



Share:
Komentar

Berita Terkini