Kantor Pelayanan Publik Tutup, Alaska : Pj Walikota Bekasi Harus Berani Tegas

Redaktur author photo

INIJABAR.COM, KOTA BEKASI -  Koordinaror Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) Adri Zulpianto, S.H  menanggapi terkait tutupnya kantor pelayanan Kelurahan dan Kecamatan di Kota Bekasi.

“Kami masih menganalisis, apakah ini terkait belum selesainya sengketa putusan Pilkada Kota Bekasi di Mahkamah Konstitusi (MK).” kata Adri Jumat, (28/7/2018) di Jakarta.

Menurut dia, tutupnya kantor publik tersebut, tentunya perlu ada penilaian dari pemerintah setempat untuk ditindaklanjuti. Karena otomatis hal ini akan berdampak pada pelayanan masyarakat.
Apalagi, saat ini masih dalam suasana awal masuk sekolah. Dimana banyak data administrasi yang harus diselesaikan dikantor tersebut.

“Sebagai ASN, harusnya mereka bekerja profesional. Mereka bekerja bukan semata karena politik, tapi bekerja untuk masyarakat,” ujar Andri.

Maka itu, dirinya meminta pejabat Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusumah agar turun tangan dan menindak tegas seluruh Kelurahan dan Kecamatan yang tutup pada hari ini.

“Mereka digaji untuk melayani masyarakat, bukan untuk melayani elite politik.” sindir Adri sembari mengatakan terlepas polemik yang muncul terkait Pj Walikota Bekasi.

“Selama jabatan itu masih belum ada keputusan, maka semua yang terjadi di dalam pemerintahan, itu adalah tanggungjawab Pj Walikota.” kata Andri menambahkan.

Andri pun berharap Pj Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusumah harus berani untuk menindak tegas para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertindak diluar jalur dan melanggar aturan yang ada, agar dapat mengoptimalkan kinerja di masa peralihan seperti sekarang ini.

“Sebaiknya Pj Walikota harus turun tangan agar hal ini tidak berlarut larut,” pintanya.(#)
Share:
Komentar

Berita Terkini