|
Menu Close Menu

Dewan Kota Bekasi Ini Usut Pasien Meninggal di RS Swasta Terduga Covid 19, Kasie P2PM; Itu Bukan Corona

Minggu, 15 Maret 2020 | 16.27 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Rahman Hakim mendatangi salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi pada Minggu (15/3/2020).

Tujuan dari pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi tersebut untuk mengecek langsung terkait informasi yang didapatnya soal adanya pasien di rumah sakit swasta tersebut meninggal dunia dan jenazah nya ditangani layaknya pasien suspect corona.

"Iya saya mendapat informasi dan langsung menuju rumah sakit tersebut. Pasalnya saya heran kok jenazah nya dibungkus pakai sarung plastik yang biasa untuk membawa mayat. Dan jenazah tersebut dibawa langsung oleh beberapa pegawai dari Dinaa Kesehatan Kota Bekasi dengan pakaian steril,"tutur Arief. Minggu (15/3/2020).

Saat dirinya ke rumah sakit swasta tersebut, kata dia, ditemui oleh staf yang piket.

"Saat saya tanya pada staf tersebut dibenarkan bahwa ada pasien meninggal yang juga diakui ada petugas dari Dinkes yang ikut membawa jenazah tersebut pada Sabtu (14/3/2020) malam,"ucap Arief seraya menyebut staf piket tersebut mempersilahkan dirinya untuk kembali ke rumah sakit tersebut hari Senin (16/3/2020) untuk bertemu pimpinannya. 

Namun demikian, staf rumah sakit belum berani membuat pernyataan dan menjelaskan bahwa itu bukan kewenangannya.

"Saya menyesalkan Pemkot Bekasi dalam hal ini Dinkes Kota Bekasi tidak segera mengumumkan kejadian sebenarnya. Karena kami menilai ada beberapa hal terkait penanganan jenazah tidak seperti lazimnya sebuah rumah sakit menangani jenazah,"tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat diinformasikan hal tersebut menjawab dengan mengirim hasil jawaban dari Kasi P2PM/ penyakit menular, dr.Siti Nurliah.

"ijin Menjelaskan Pak Wali...(saya kasi P2PM/ peny Menular) Dr.Siti Nurliah. Terkait Pasien baru..yg meninggal dunia Di RS. Hermina... Jam 22.00 wib Pada saat Kondisi sdh jelek Ada Pembesaran jantung dan infeksi paru (peneumonia/dd TBC PARU) .kondisi pasien Truz memburuk. tdk Ada kontak dg penderita covid19/berpergian dari luar negeri. Jam 23.00 diambil swab tenggorok utk diperiksakan ke Litbangkes,"tulis pesan tersebut.

Rahmat Effendi juga berharap tidak ada warga nya yang terkena virus tersebut.

"Saya mah berdoa ya allah jangan lah diantara warga kami terdapat penderita Virus yg sedang mewabah ini sehatkan lah mereka semua,"tandasnya.(*)
Bagikan:

Komentar