|
Menu Close Menu

Kades Cibuntu Bantah Tudingan Warga Ada Intimidasi Penggusuran Makam Bungur

Selasa, 28 Juli 2020 | 16.40 WIB
Warga Desa Cibuntu Kecamatan Cibitug, Ata Suryadi
inijabar.com, Kabupaten Bekasi-Warga Desa Cibuntu sebut Kepala Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Abdul Rohim, diduga telah melakukan tindakan intimidasi terhadap ahli waris lahan pemakaman Bungur.
Kades Cibuntu Abdul Rohim 
Salah satu warga Ata Suryadi mengatakan, pihaknya menuding Kades Cibuntu sudah melebihi kapasitasnya sebagai pelayan publik, sebab menurutnya pemerintah lebih berpihak kepada  Pengembang Grand Wisata yakni PT Putra Alvita Pratama.

"Masyarakat ini merasa terintimidasi oleh kelakuan saya duga yah oleh kepala desa cibuntu yang melebihi kapasitas kewenangan Tupoksi," ungkapnya. Selasa (28/7/2020).

"Ini yang saya tahu itu dari tahun 2016 udah ada wacana. Lalu tahun 2018 sudah ada pemindahan. Dari tahun itu sampai hari ini panas 'ga berhenti-henti, dari makam yang seribu itu pindah satu, dua malam dicuri dipindah, dan ahli waris diintimidasi,"sambungnya.

Sekarang, kata dia, sudah 70 persen makam yang pindah. Dan tanahnya awalnya 5000 m² sekarang 1600 m².

Dia menduga pihak pengembang mengangkangi aturan. Sehingga dia menyarankan agar pihak pengembang harus tertib dalam merelokasi tanah makam Bungur.

"Kan harusnya di situkan ada makam pihak Grand Wisata harusnya mengajukan permohonan pindah kepada Bupati menurut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 9 tahun 1987 tentang pemakaman nah itu dasarnya," terangnya.

Dia meminta kepada pihak pengembang agar pengembang dapat dibiarkan saja dan tidak ada direlokasi.

"Kok tanah negara diambil oleh lembaga, instansi sekarang dijual rakyat dikorbankan lagi aja. Padahal rakyat di situ tidak usil hanya permohonannya makam yang di situ udah biarin aja lu bikin siteplane bikin aja tetapi makam di situ tetep ada," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Abdul Rohim menampik tudingan tersebut.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penengah dalam proses pemindahan makam ahli waris.

"Nah yang jelas ini oknum memutar balikan fakta, dulu pun begini orangnya saja saya tau . Dia beberapa kali datang keperusahaan meminta biaya, masa untuk pemindahan makam harus ada ruakan wayang harus ada kesenian Betawi kan itu tidak masuk logika," sesalnya.

Dia menambahkan, pihak perusahaan sudah menunaikan kewajiban terhadap ahli waris untuk memindahkan makam. Hal tersebut juga di saksikan oleh ahli waris.

"Sebelum pemindahan diadakan tahlilan seluruh ahli waris besoknya baru pelaksana, semua ahli waris diundang kemakam untuk pemindahan itu. Ditongkrongin pak semua biaya yang di terima disaksikan oleh ahli waris," tutupnya.(mam)
Bagikan:

Komentar