|
Menu Close Menu

Tandatangani Kerjasama Dengan IAP, Emil Berharap Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah 

Senin, 03 Agustus 2020 | 20.17 WIB


inijabar.com, Kota Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jabar. Kerja sama tersebut fokus pada peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah. 

Kerja sama Pemda Provinsi Jabar-IAP Jabar dituangkan dalam naskah kesepakatan bersama. Naskah tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua IAP Jabar Ahmad Idjaz di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (3/8/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, kerja sama di bidang tata ruang tersebut sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi.

Menurut dia, pemerintah tidak dapat berjalan sendirian dalam membangun daerah. Butuh kolaborasi berbagai pihak.

"Visi juara lahir batin ini kemudian kami tambahi dengan 'melalui kolaborasi dan inovasi'. Maka, kerja sama ini sedang menerjemahkan sebuah cara mencapai visi Jabar. Tidak ada negara sukses hanya mengandalkan pemerintah, maka lahir teori Pentahelix ABCGM (Academics, Business, Community, Government, Media)," ucap Kang Emil dalam sambutannya.

Terdapat sejumlah hal yang tertuang dalam naskah kesepakatan Pemda Provinsi Jabar-IAP Jabar, seperti perencanaan umum pembangunan, pemberdayaan masyarakat, perencanaan penataan ruang dan perencanaan sistem transportasi.

Kemudian kegiatan yang masuk dalam rencana kerja di antaranya: dokumen kelembagaan cekungan Bandung, masterplan Segitiga Rebana, dokumen rencana kerja pembangunan daerah, dan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Menurut Kang Emil, pembangunan Jabar tidak hanya fokus terhadap aspek fisik, tetapi juga aspek spiritual menjadi penting dan harus dirancang dalam sebuah perencanaan.

"Harus dipahami dulu bahwa visi Jabar ini tidak melulu berorientasi kepada yang sifatnya fisik, tapi ada juga ruang batin yang harus didesain dalam perencanaan," ucapnya. 

Kang Emil pun meminta kepada IAP Jabar untuk fokus mengkaji paradigma pembangunan pascaCOVID-19. Menurut ia, pandemi COVID-19 membuat ekonomi tidak lagi terpusat. Maka itu, pembangunan desa-desa harus didorong dalam perencanaan. (Fii)
Bagikan:

Komentar