Serap Aspirasi Masyarakat, 2 Desa di Kecamatan Tengahtani Gelar Musdes inijabar.com
|
Menu Close Menu

Serap Aspirasi Masyarakat, 2 Desa di Kecamatan Tengahtani Gelar Musdes

Minggu, 18 Oktober 2020 | 11.18 WIB



inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Beberapa Pemerintah Desa (Pemdes) se-Kecamatan Tengahtani, hari Sabtu malam ini menyelanggarakan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan pembangunan desa tahun 2021. Seperti di dua desa yaitu Desa Battembat dan Desa Dawuan Pemdes menggelar Musdes, Sabtu (17/10/2020) malam.


Dalam Musdes tersebut, pemerintah desa melakukan musyawarah untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) tahun anggaran 2021, yang direncanakan dengan berpedoman kepada RPJM Desa.


Musdes ini dipimpin langsung masing-masing Kepala Desanya, BPD, LPM, PKK, dan Kader Posyandu dan berbagai elemen masyarakat.


Pihak kecamatan Tengahtani yang menghadiri acara Musdes di Desa Battembat dan Dawuan berharap semoga semua usulan atau aspirasi masyarakat Batembat dan Dawuan bisa dilaksanakan dengan baik, ia berharap pembangunan wilayah Batembat dan Dawuan semakin maju, aspirasi bisa dikawal dan pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat," jelas Sekmat Tengahtani.


Sementara itu, Kuwu Desa Battembat, Muhammad Kholid mengatakan pembangunan di tahun 2020 itu tidak ada hampir 30 persen dana desa itu untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk masyarakat terdampak Covid-19.


Pembangunan yang belum terlaksana di tahun 2020 akan dilaksanakan tahun 2021. Aspirasi atau usulan masyarakat di tahun 2021 yaitu sama seperti tahun 2020.


Ia berharap semoga pandemi Covid-19 ini berlalu dan perkonomian kembali berjalan dan masyarakat Battembat maju, dan sejahtera.


Terpisah, Kuwu Dawuan, H. A'ung Suchrawardi menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan merupakan sebuah transparansi sekaligus upaya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Jadi ini bukan Musrenbangdes, itu nanti november. Ini musyawarah desa untuk membahas rencana di 2021.


"Sebab, pada tahun 2020, banyak agenda desa yang tertunda akibat dampak dari Covid-19. Untuk itu, musyawarah desa dilakukan untuk merencanakan kembali rencana pembangunan di tahun 2021. Masukan aspirasi dari warga dan tokoh masyarakat terkait pembangunan di tahun 2020 yang tertunda," ucapnya. (Fii)

Bagikan:

Komentar