![]() |
| Lurah Bintara Kecamatan Bekasi Barat, Achmad Supriatna. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Merespons pemberitaan bahwa Polder Griya Bintara tak berkutik atasi banjir, Lurah Bintara, Achmad Supriatna, mengklarifikasi hal tersebut saat disambangi di kantornya, Jumat (23/1/2026).
Achmad menjelaskan, polder yang baru diresmikan Rabu (21/1/2026) itu justru terbukti mampu mengurangi ketinggian air banjir hingga 40-50 sentimeter, di Kelurahan Bintara, Bekasi Barat.
Ia menilai, meski belum sepenuhnya mengatasi genangan, keberadaan polder tersebut diklaim memberikan dampak signifikan bagi warga terdampak.
"Polder ini seperti dites dengan intensitas hujan yang luar biasa. Warga yang pernah terdampak banjir sebelumnya, bisa membandingkan sebelum dan sesudah adanya polder. Mereka mengatakan jauh berkurang," ujar Achmad.
Achmad mengatakan, sebelum polder dibangun, ketinggian banjir di beberapa titik Bintara bisa mencapai pinggang orang dewasa. Namun, dengan adanya polder yang menampung sebagian air, ketinggian genangan kini hanya berkisar antara mata kaki hingga betis orang dewasa.
"Kalau dulu bisa sepinggang, sekarang dari mata kaki sampai sebetis. Berkurang sekitar 40-50 sentimeter. Ini cukup luar biasa dan meluas dampaknya di kawasan perumahan," katanya.
Achmad mengungkapkan, warga juga memberikan apresiasi atas pembangunan polder tersebut. Menurutnya, keberadaan polder merupakan salah satu jawaban untuk meminimalisir banjir yang kerap melanda Kelurahan Bintara.
"Warga sangat apresiasi, karena polder ini salah satu jawaban untuk meminimalisir banjir di Bintara," tambahnya.
Melihat dampak positif dari Polder Griya Bintara, warga mengusulkan penambahan polder di lokasi lain. Achmad menyebutkan, RW 12 di Griya Bintara telah meminta pembangunan polder tambahan.
"Ketua RW 12 menyampaikan kalau bisa dibuatkan polder lagi. Tujuannya agar air dari RW lain yang tadinya memuara ke satu polder bisa terpecah. Dengan begitu, debit air di sekitar polder pertama juga akan berkurang," jelasnya.
Selain usulan polder, pihak kelurahan juga akan mengusulkan perbaikan saluran yang dinilai terlalu kecil. Tim kelurahan telah mendata berbagai titik genangan untuk mencari solusi jangka panjang.
"Pasca banjir, kami akan mendata dan mengusulkan perbaikan saluran yang kurang besar. Kami akan berikan foto dan alasan kenapa perlu diperbesar agar genangan tidak terlalu lama," ungkapnya.
Achmad menjelaskan, banjir yang terjadi di Bintara merupakan kombinasi dari intensitas hujan tinggi dan banjir kiriman. Kelurahan Bintara dilintasi dua kali, yakni Kali Bong dan Kali Cakung.
"Kali Cakung melintasi di RW 10 dan RW 7 Duta Kranji. Ini menjadi salah satu titik banjir karena Kali Cakung sudah tidak mampu menampung kiriman air dari Cikeas," paparnya.
Mengantisipasi kondisi cuaca yang masih belum menentu, Kelurahan Bintara membentuk sistem piket aparatur. Petugas piket akan bertugas mulai pukul 19.00 hingga tengah malam, atau bahkan hingga pagi hari jika hujan terus berlangsung.
"Kami membuat daftar piket untuk aparatur kelurahan yang laki-laki. Tujuannya agar ketika warga membutuhkan bantuan, kami bisa cepat hadir. Kehadiran kami saja secara moral sudah membantu warga," ucap Achmad.
Hingga saat ini, Achmad menerangkan, terdapat enam titik banjir yang tersebar di beberapa RW. Di RW 14 ada satu titik di RT 3, di RW 3 ada satu titik di RT 5, dan di RW 2 terdapat tiga titik yang berdekatan.
Salah satu hal yang mendapat apresiasi, adalah inisiatif warga membuka dapur umum untuk membantu korban banjir, yang dikelola secara swadaya oleh warga setempat melalui patungan dan bantuan para donatur.
"Saya memberikan apresiasi kepada pengurus RT dan tokoh masyarakat. Kepedulian mereka luar biasa. Warga yang rumahnya tidak terdampak mempersilakan tetangga yang terkena banjir untuk bermalam, lalu dibuat dapur umum agar tidak memberatkan," tutur Achmad.
Achmad memaparkan, Baznas dan Dinas Sosial Kota Bekasi juga telah memberikan bantuan kepada warga terdampak. Selain itu, Karang Taruna RW membantu mendistribusikan makanan matang ke rumah-rumah warga yang terendam banjir.
"Karang Taruna RW aktif membagikan makanan matang ke warga terdampak. Baznas dan Dinsos juga sudah membantu dengan bantuan logistik berupa bahan baku mentah," tambahnya.
Achmad menyampaikan harapannya agar musibah banjir ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi soliditas warga Bintara dalam menghadapi bencana.
"Yang bisa saya garis bawahi, Kelurahan Bintara cukup solid warga masyarakatnya. Empati dan kepedulian mereka luar biasa. Bagi yang terdampak, saya ucapkan untuk bersabar. Pemerintah akan selalu hadir meski tidak maksimal sesuai harapan," pungkasnya.
Kelurahan Bintara menyatakan akan terus mengevaluasi penanganan banjir, agar warga merasakan kehadiran pemerintah saat dibutuhkan. Kerja sama dengan RT dan RW juga akan terus diperkuat untuk menghadapi musibah serupa di masa mendatang. (Pandu)




