Melalui Program BSPS 380 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bekasi Direnovasi

Redaktur author photo
Sutini (38) warga Perwira yang rumah nya telah direnovasi melalui program BSPS

inijabar.com, Kota Bekasi - Sebanyak 380 unit rumah tidak layak huni di Kota Bekasi berhasil direnovasi, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2025 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan dukungan DPR RI.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Sudjatmiko menyatakan, pelaksanaan BSPS di Kota Bekasi dinyatakan rampung 100 persen dan berjalan sesuai target, yang merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat, dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

"Program ini berhasil dirampungkan sepenuhnya dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi," ujar politisi asal PKB ini saat ditemui di Perwira, Bekasi Utara, Jumat (2/1/2025).

Dari total 380 unit rumah yang direnovasi, kata dia, di wilayah Bekasi Utara dan Medan Satria menjadi penerima manfaat terbanyak dengan total 220 unit. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki kebutuhan perbaikan rumah yang cukup tinggi.

"Setiap penerima BSPS memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah, yang dialokasikan untuk pembelian material bangunan serta biaya upah tukang. Skema ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, dalam proses renovasi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal," jelas Sudjatmiko.

Dia memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran, dengan pengawasan teknis di lapangan guna menjamin kualitas pembangunan sesuai standar rumah layak huni.

Sudjatmiko menambahkan, keberhasilan realisasi BSPS 2025 menjadi dasar penguatan program pada tahun berikutnya. Pada 2026, DPR RI Komisi V bersama Kementerian PKP menargetkan pembangunan 1.000 unit BSPS di Kota Bekasi serta 300 unit di Kota Depok.

"Target tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi backlog perumahan, sekaligus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di wilayah penyangga Jakarta," ungkapnya.

Salah satu warga penerima manfaat, Sutini (38), warga Perwira, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Menurutnya, kondisi rumah sebelum direnovasi sangat memprihatinkan dengan atap yang bocor dan dinding yang retak.

"Alhamdulillah, rumah saya sekarang sudah layak huni. Sebelumnya kalau hujan bocor ke mana-mana, dinding juga retak. Dengan bantuan ini, keluarga saya jadi lebih nyaman dan aman tinggal di rumah," ucap Sutini. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini