![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad, saat mengikuti Musrenbang Jakasampurna. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Persoalan minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Rabu (7/1/2026).
Terpantau beberapa warga mendesak penambahan fasilitas tersebut, untuk mengatasi kendala zonasi sekolah dan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad, yang hadir dalam forum tahunan tersebut, menyebutkan bahwa infrastruktur pendidikan, sebut permasalahan sosial menjadi pembahasan utama dalam kegiatan itu.
"Dalam kegiatan ini kita membahas beberapa isu penting yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat khususnya wilayah Jakasampurna," ujar Gilang kepada inijabar.com.
Gilang menilai, beberapa aspirasi yang disampaikan warga sangat mendesak untuk diperjuangkan dan direalisasikan. Salah satunya adalah pendirian atau peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah Jakasampurna.
"Pendirian atau peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah Jakasampurna, agar orang tua murid dan siswa tidak perlu lagi pusing dengan sistem zonasi yang dipakai," katanya.
Selain pendidikan, warga juga mengeluhkan minimnya akses layanan kesehatan yang memadai. Gilang mengungkapkan, masyarakat mengusulkan peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, termasuk pendirian puskesmas atau layanan kesehatan lain yang representatif dan mudah dijangkau.
Isu sosial lain yang turut dibahas adalah permasalahan minuman keras (miras) yang dinilai mengancam generasi muda. Menurut Gilang, penanganan masalah ini memerlukan pendekatan pencegahan melalui edukasi kepada orang tua dan pemuda tentang bahaya miras, serta kerja sama antara aparat dan masyarakat dalam meminimalisir peredarannya di lingkungan.
"Penanganan isu miras melalui pendekatan pencegahan, edukasi kepada orang tua dan pemuda tentang bahaya miras, serta kerja sama aparat dan masyarakat dalam meminimalisir peredarannya di lingkungan," tegasnya.
Gilang menekankan pentingnya peran aktif semua pihak, baik pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, hingga warga dalam menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.
"Harapan saya, hasil Musrenbang ini bisa benar-benar diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah sehingga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jakasampurna, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan," paparnya.
Gilang menambahkan, Musrenbang bukan sekadar forum diskusi sesaat, melainkan awal dari proses panjang untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kebijakan dan anggaran daerah.
"Saya berharap, akan ada tindak lanjut konkret melalui kolaborasi antara warga, pemerintah kota, dan DPRD agar semua aspirasi yang telah disampaikan dapat terwujud," pungkasnya. (Pandu)




