![]() |
| Kondisi tertinggi banjir di Duren Jaya, Bekasi Timur, saat setinggi pinggang orang dewasa. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak Kamis (22/1/2026) pagi, menyebabkan banjir Bekasi Timur. Yang mengejutkan, Polder Aren Jaya yang dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, justru meluap dan memperburuk genangan di sekitarnya.
Salah satu warga yang terdampak banjir di Kelurahan Duren Jaya, Siti Wardah (37), mengatakan genangan mulai terjadi sejak pukul 09.00 WIB. Menurutnya, ketinggian air tertinggi mencapai sepinggang orang dewasa.
"Banjir mulai terjadi sejak hujan tadi pagi pukul sembilan. Untuk banjirnya paling tinggi sampai sepinggang orang dewasa, tapi kondisinya sudah mulai surut," ujar Siti saat dihubungi.
Dia menyampaikan, pemerintah setempat telah menurunkan pompa air untuk membantu mengurangi genangan. Upaya tersebut cukup membantu sehingga ketinggian air tidak separah kejadian banjir sebelumnya.
"Untuk saat ini penanganannya, pemerintah setempat sudah mengadakan pompa air yang cukup membantu. Jadi tingkat ketinggiannya tidak seperti sebelum-sebelumnya," jelasnya.
Namun, keluhan utama warga bukan sekadar soal tingginya curah hujan, melainkan kegagalan infrastruktur yang seharusnya mencegah banjir. Polder Aren Jaya yang dibangun dengan anggaran besar untuk menampung air saat cuaca ekstrem, justru tidak mampu menjalankan fungsinya.
Kolam retensi tersebut bahkan meluap dan menambah volume genangan di wilayah sekitar. Rekaman video amatir yang tersebar di grup komunitas warga memperlihatkan air dari dalam polder meluber keluar, akibat kapasitas tampung yang sudah melampaui batas.
Kegagalan fungsi polder ini menimbulkan pertanyaan serius, tentang efektivitas infrastruktur pengendalian banjir di Kota Bekasi. Polder yang seharusnya menjadi solusi, malah berubah menjadi sumber masalah baru ketika dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Kondisi ini juga mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir di wilayah Bekasi Timur. Pembangunan polder yang menelan anggaran tidak sedikit seharusnya mampu mengatasi persoalan banjir, bukan justru menambah beban warga.
Siti berharap pemerintah dapat lebih responsif dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Bekasi Timur. Menurutnya, diperlukan solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat saat banjir terjadi.
"Harapan untuk pemerintah ke depannya semoga lebih cepat membantu mengatasi banjir yang ada di wilayah Bekasi Timur," pungkasnya. (Pandu)




