![]() |
| Pelepasan truk bantuan dari Qudwah Indonesia untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh |
inijabar.com, Kota Bekasi - Krisis air bersih dan kebutuhan mendesak lainnya, masih membayangi ribuan korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera dan Aceh.
Merespons kondisi tersebut, Qudwah Indonesia kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan yang dilepas langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (5/1/2026).
Bantuan berupa genset, pompa air, popok bayi, sembako, serta kebutuhan ibu dan anak akan disalurkan ke Kecamatan Malalak dan Kabupaten Agam (Sumatera Barat), Tapanuli Selatan (Sumatera Utara), Aceh Tamiang, dan wilayah lain di Provinsi Aceh.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Qudwah Indonesia ini. Semoga bantuan yang dikirimkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujar Tri saat pelepasan bantuan.
Tri berharap, kepedulian yang ditunjukkan Qudwah Indonesia dapat menginspirasi masyarakat dan organisasi lain, untuk turut mengulurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sesama manusia.
Sementara itu, Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa bantuan yang dilepas bukan yang pertama kali. Selama hampir sebulan terakhir, organisasinya telah menjalankan program bantuan di tiga provinsi dengan pendistribusian langsung ke wilayah terdampak.
"Bantuan yang kami kirimkan merupakan amanah dari masyarakat, yang tidak dapat dialihkan dan wajib disalurkan sesuai peruntukannya," kata Lukman.
Hingga kini, Qudwah Indonesia telah menghimpun bantuan senilai lebih dari Rp 500 juta. Sekitar 60 persen dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat, sementara 40 persen difokuskan pada program pemulihan pascabencana.
Lukman menyebutkan, tahap selanjutnya akan memprioritaskan pemulihan akses air bersih yang menjadi persoalan mendesak akibat rusaknya sumber air dan tercemarnya lingkungan. Asesmen tengah dilakukan untuk program pengeboran sumur dan instalasi jaringan air di wilayah terdampak.
“Kami sedang melakukan asesmen untuk program recovery air, termasuk pengeboran sumur dan instalasi jaringan air bersih. Air merupakan kebutuhan dasar agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya. (Pandu)




