![]() |
| Kadisdukcapil Taufiq R Hidayat |
inijabar.com, Kota Bekasi- Sebanyak 11 ribu warga Kota Bekasi hingga kini belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Mayoritas dari mereka merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, sehingga sulit dijangkau pada hari-hari biasa.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kota Bekasi, Taufiq R. Hidayat, mengatakan, meskipun masih terdapat ribuan warga yang belum melakukan perekaman, capaian perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik di Kota Bekasi sejatinya telah melampaui target nasional.
“Capaian perekaman saat ini sudah mencapai 99,4 persen. Namun masih ada sekitar 11 ribu warga atau sekitar 0,2 persen yang belum melakukan perekaman, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ucapnya. Rabu (21/1/2026)
Berdasarkan hasil identifikasi petugas di lapangan, mayoritas warga yang belum melakukan perekaman tersebut merupakan kalangan kawula muda atau pemilih pemula yang masih berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa.
“Mayoritas yang belum terekam itu adalah pelajar dan mahasiswa, khususnya pemilih pemula,” jelasnya.
Menurut Taufiq, kendala utama yang dihadapi adalah keberadaan para pelajar dan mahasiswa tersebut yang sedang menempuh pendidikan di luar Kota Bekasi, seperti di sekolah berasrama maupun perguruan tinggi di daerah lain, bahkan hingga luar negeri.
“Setelah kita identifikasi, ternyata ada kendala di mereka. Misalnya sekolahnya tidak di Kota Bekasi, ada yang di sekolah asrama, ada juga yang kuliah di daerah lain sampai ke luar negeri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para pelajar dan mahasiswa tersebut umumnya baru kembali ke Kota Bekasi pada saat masa liburan, sehingga proses perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik sulit dilakukan pada hari kerja biasa.
“Biasanya mereka baru pulang ke Bekasi saat libur, jadi memang sulit ditemui di hari biasa,” katanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi melakukan percepatan perekaman melalui program jemput bola bertajuk Mantel Gadis atau perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik bagi pemula di sekolah.
“Kami melakukan percepatan melalui program jemput bola Manangga Perekaman KTP EL Bagi Pemula di Sekolah ( Mantel Gadis ) khusus untuk perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik bagi pemilih pemula di sekolah-sekolah,” jelas Taufiq.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, baik dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun pihak sekolah, guna memastikan seluruh warga yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk dapat terlayani.
“Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat agar perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik bisa dituntaskan dan target 100 persen dapat tercapai,” tutupnya
Dengan berbagai upaya percepatan dan koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi menargetkan seluruh warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik dapat segera terlayani, sehingga hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh.(firman)




