Sekda Jabar Herman Suryatman Napak Tilas Kepemimpinan Raja Galuh di Astana Gede

Redaktur author photo
Sekda Jabar Herman Suryatman saat berpose di depan Situs Astana Gede

inijabar.com, Ciamis– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman napak tilas sejarah di Situs Astana Gede, Kecamatan Kawali, Selasa (6/1/2026) setelah dirinya melantik Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Ciamis.

Didampingi jajaran Dinas Pariwisata Ciamis dan dipandu juru kunci situs, Herman Suryatman di Astana Gede tampak khusyuk meresapi pesan-pesan masa lalu yang terpahat di atas batu prasasti peninggalan Kerajaan Galuh.

​Herman menyatakan, nilai-nilai yang ada di Astana Gede sangat relevan dengan amanah yang baru saja ia serahkan kepada pengurus Pramuka. 

​Kehadiran Herman Suryatman di Astana Gede seolah menjadi simbol bahwa kepemimpinan masa kini, termasuk bagi para pengurus Pramuka yang baru dilantik, harus memiliki akar budaya yang kuat. 

Herman menilai filosofi "berbuat baik" (gawe rahayu) adalah fondasi utama bagi setiap organisasi, termasuk kepanduan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, mengatakan,  Sekda Jabar menaruh perhatian besar pada enam prasasti yang ada di area dalam situs.

"Benar, Pak Sekda masuk ke area dalam untuk melihat langsung prasasti peninggalan Kerajaan Galuh. Beliau ingin melihat bukti sejarah bagaimana pemimpin terdahulu mengelola tatanan masyarakatnya," ujar Heryan.

Beberapa pesan adiluhung yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut antara lain yakni Pakena Gawe Rahayu Pakeun Heubeul Jaya di Buana: Pesan untuk selalu berbuat baik demi kejayaan abadi di dunia.

Pakena Kerta Bener Pakeun Nanjeur Ngajuritan merupakan karakteristik orang Sunda yang harus memegang teguh kebenaran dan kesejahteraan agar tetap tegak dalam perjuangan.

Catatan Sejarah Perang Bubat merupakan refleksi mengenai sejarah besar yang membentuk jati diri bangsa.

Heryan juga menambahkan, dengan melihat langsung bukti sejarah tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam mempromosikan wisata sejarah semakin erat.(edo)

Share:
Komentar

Berita Terkini