![]() |
| Jenazah wanita sedang dievakuasi petugas |
inijabar.com, Kota Bekasi- Warga Pondok Gede Permai ( PGP ) digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan yang ditemukan mengapung di aliran pertmuan arus kali di Belakang Mesjid Al-Ikhlas PGP, Jenazah terbawa arus pada Jumat sore. Jenazah tersebut pertama kali terlihat oleh warga di wilayah kali Cikeas yang Melawati wilayah Bojong Kulur dan dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Jatiasih AKP Jumakir menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari masyarakat yang melihat adanya jenazah mengapung di sungai yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Jatirasa dengan Bojong Kulur.
“Kurang lebih laporan masuk sekitar jam tiga sore. Informasi awalnya dari warga yang melihat jenazah mengapung di aliran kali Cikeas, terbawa arus, di wilayah perbatasan antara Bojong Kulur dengan Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Di titik itu pertama kali jenazah terlihat,” ujar Jumakir. Jumat (23/1/2026)
Ia mengungkapkan, proses evakuasi jenazah berlangsung cukup sulit karena posisi jenazah terus berubah mengikuti arus air kali Cikeas yang sedang tinggi debit airnya
“Evakuasinya cukup menyulitkan karena jenazah ini mengapung dan terbawa arus dan air sedang Naik, sehingga posisinya tidak menetap. Oleh karena itu kami berkoordinasi dengan BNPB untuk bersama-sama menelusuri aliran kali Cikeas hingga jenazah berhasil dievakuasi,” jelasnya.
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi kejadian, pihak kepolisian jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Namun demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis di rumah sakit.
“Jenazah berjenis kelamin perempuan ini kami belum bisa memastikan usianya sebeb kodisinya sudah sulit di identifikasi dugaan sementara Mayan sudah lama terendam air sekitar 1 sampai 2 hari, untuk informasi pastinya kami akan bawa ke RSUD Kota Bekasi." katanya
Terkait perkiraan waktu kematian, Kanit Reskrim Polsek Jatiasih menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis.
“Kita belum bisa memastikan waktu kematiannya. Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak rumah sakit dan dokter. Dari kondisi jenazah, bisa saja satu hari, dua hari, atau lebih, tetapi itu nanti dipastikan oleh dokter,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan adanya luka-luka pada tubuh korban. Beberapa bagian tubuh terlihat mengalami kondisi tertentu, namun belum diketahui penyebab pastinya.
“Kita belum bisa pastikan apakah itu luka akibat benturan saat terbawa arus atau karena kondisi jenazah yang sudah lama. Memang ada di beberapa bagian tubuh, tetapi semuanya akan diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari Pertemuan Kali Cikeas dan Cioengsi, jenazah langsung dibawa ke RSUD untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab kematian.
“Jenazah kita bawa ke RSUD Kota Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail. Selanjutnya nanti akan ditentukan langkah penyelidikan berikutnya,” tutupnya. (Firman)




