Warga Kebanjiran, Nama Dedi Mulyadi Ikut “Tergenang” di Bekasi

Redaktur author photo
Warga Villa Mutiara Wanasari Cibitung Bekasi saat memvideokan banjir di wilayahnya.

inijabar.com, Kabupaten Bekasi - Hujan dengan intensitas tinggi dengan sejak Sabtu sore hingga Minggu (18/1/2026) pagi membuat banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi.

Air menggenangi permukiman warga di bantaran Kali Gabus, Perumahan Villa Mutiara Wanasari, Cibitung, hingga Desa Sukamanah. 

Namun, di tengah genangan air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa, ada satu hal yang nyaris seragam terdengar dari mulut warga saat memvideokan suasana banjir di wilayahnya, teriakan menyebut nama Dedi Mulyadi yang menjabat sebagai Gubernru Jawa Barat.

“Pa Dedi… Pa Dedi…,” teriak warga dengan bertelanjang dada bersama tetangganya, sementara teman lainnya sibuk merekam video banjir untuk media sosial.

Fenomena ini menarik perhatian. Pasalnya, Dedi Mulyadi bukan pejabat Kabupaten Bekasi, melainkan Gubernur Jawa Barat. Namun bagi warga terdampak, nama tersebut seolah telah menjelma menjadi “alamat pengaduan darurat” saat banjir datang tanpa diundang.

Banjir di wilayah-wilayah tersebut dipicu meluapnya Kali Gabus serta buruknya drainase lingkungan yang tak mampu menampung debit air hujan. 

Aktivitas warga lumpuh, rumah terendam, dan akses jalan terputus. Di tengah kondisi itu, sebagian warga mengaku lebih berharap suara mereka sampai ke tingkat provinsi.

“Kalau teriak ke RT, RW, sudah biasa. Sekarang coba ke Pa Gubernur langsung,” kata seorang warga Villa Mutiara Wanasari sambil tertawa getir.

Sementara aktifis Bekasi Andreas menilai fenomena “teriak Pa Dedi” mencerminkan persepsi publik terhadap figur kepemimpinan yang dianggap responsif dan aktif turun ke lapangan. 

Di sisi lain, hal itu juga dibaca sebagai sinyal kekecewaan warga terhadap penanganan banjir di level pemerintah daerah. Apalagi Kabupaten Bekasi sedang 'banjir' dengan ditangkapnya Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kunang dan diperiksanya sejumlah elit di Bekasi oleh KPK.

Hingga berita ini diturunkan, banjir di beberapa titik masih belum sepenuhnya surut.

Sementara itu, nama Dedi Mulyadi terus bergema di tengah genangan menjadi saksi bahwa di Bekasi, banjir tak hanya merendam rumah, tapi juga ekspektasi warga terhadap para pemangku kebijakan.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini