![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kuningan – Demi diterima Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar. Aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Gerakan Kuningan Melawan (GKM) diundur yang sedianya dilakukan hari ini Jumat 27 Februari 2026.
Dian sendiri diketahui tengah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) seluruh kepala daerah se-Jawa Barat di Kantor Wali Kota Depok.
Untuk itu dalam surat nya aksi GKM baru akan dilakukan pada Senin 2 Maret 2026 siang. Tuntutannya seputar kenaikan anggaran tunjangan DPRD Kuningan.
Informasi yang dihimpun, aksi GKM digelar sebagai bentuk pengingat atas isu kenaikan tunjangan DPRD Kuningan yang belakangan menjadi sorotan publik. Massa menduga kebijakan tersebut tidak lepas dari keterlibatan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kuningan, Roy Adillah mengatakan, isu tunjangan DPRD menjadi salah satu fokus tuntutan.
“Isu tunjangan itu salah satu topik, tetapi isu umum juga tak menjadi soal,” ujarnya saat dikonfirmasi inijabar.com, Jumat (27/2/2026).
Roy juga menyoroti alasan penundaan aksi yang dikaitkan dengan agenda Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, massa aksi bersikukuh agar aspirasi mereka diterima langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Kuningan.
Ia menilai, dalam sejumlah aksi sebelumnya, Dian kerap tidak menemui massa dan hanya diwakilkan oleh pejabat lain.
“Kami tidak mau Bupati diwakilkan. Ketika diwakilkan oleh Sekda maupun Wabup, beliau tidak mempunyai keputusan mengenai aspirasi yang akan kami sampaikan,” tegasnya.
GKM berharap penjadwalan ulang pada Senin mendatang benar-benar dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan agar dialog dapat berlangsung terbuka dan menghasilkan keputusan konkret.(ikin)




