![]() |
| Kegiatan Dialog Informasi Pasar Kerja di Kabupaten Bogor. |
inijabar.com, Kabupaten Bogor - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bogor per Agustus 2025 tercatat 7,69 persen, naik 0,35 persen poin dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor, bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Indonesia (FKLPID) Jawa Barat dan Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, mensosialisasikan ekosistem digital SIAP Kerja kepada industri.
Diketahui, dialog Informasi Pasar Kerja yang digelar di Cibinong, Kabupaten Bogor, dihadiri 100 praktisi Human Resources dari berbagai industri. Acara tersebut dipimpin Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Bogor, Suhartono, yang mewakili Bupati Kabupaten Bogor.
Plt Pusat Pasar Kerja, Surya Lukita Warman, membuka dialog dengan mengungkapkan tantangan pasar kerja Indonesia, meliputi pertumbuhan tenaga kerja baru yang besar, pengangguran tinggi, rendahnya kualitas tenaga kerja, dan ketidaksesuaian kompetensi.
"Dari 154 juta angkatan kerja di Indonesia, tingkat pengangguran mencapai 4,85 persen atau 7,46 juta orang. Perkembangan teknologi seperti digitalisasi, AI, dan transisi ekonomi hijau turut mengubah pasar kerja," ujar Surya melalui keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Portal SIAP Kerja diluncurkan Pusat Pasar Kerja Kemenaker RI, untuk mempermudah akses informasi bagi pencari kerja dan perusahaan. Platform itu memiliki beberapa hub utama, yaitu Karirhub untuk informasi lowongan kerja, Skillhub untuk pelatihan, Maganghub untuk magang, Bizhub untuk tenaga mandiri, dan Sertihub untuk sertifikasi.
"Berdasarkan Perpres Nomor 57 Tahun 2023, pemberi kerja dari swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah wajib melaporkan lowongan kerja dan posisi terisi melalui SIAP Kerja. Selain itu, perusahaan juga wajib melakukan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) sesuai UU Nomor 7 Tahun 1981 yang dapat dilakukan secara online," jelas Surya.
Sementara itu, Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menjelaskan peran forum dalam menghubungkan lulusan pelatihan dengan dunia industri. Strategi yang digunakan adalah model kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas UMKM dan organisasi dunia usaha, serta media.
"Sinergi ini menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan rendahnya kualitas SDM, pengurangan pengangguran, dan akses pelatihan berbasis industri," kata Benny.
Ia menambahkan, efektivitas hubungan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan industri, perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Penyusunan kurikulum harus menggunakan standar kelulusan industri, dengan instruktur gabungan dari BLK dan praktisi industri.
"Langkah strategis ini terbukti efektif. Per November 2025, Balai Latihan Kompetensi Jawa Barat mencatat industri menyerap 85,18 persen alumni pelatihan," ungkap Benny.
"WLKP bertujuan menciptakan kepatuhan hukum, menjamin transparansi data ketenagakerjaan, serta memastikan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja sesuai peraturan," tambahnya.
Selain itu, Human Resources Development Manager PT Serena Indopangan Industri, Endang Mulyana, memberikan testimoni tentang manfaat Portal SIAP Kerja yang membantu masalah perusahaan.
"Portal ini sangat membantu perusahaan, dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan," pungkasnya.
Sekedar informasi, kegiatan yang diharapkan dapat menjadi solusi konkret menurunkan angka pengangguran tersebut juga dihadiri Dirjen Binalvogan, Dirjen Binapenta dan PKK, serta perwakilan Direktorat Binwasnaker yang menyampaikan program pemagangan nasional. (Pandu)



