![]() |
| Ketua BKM Jatimurni terpilih, Muzahid Akbar Hayat, berfoto bersama calon lain dan masyarakat usai kegiatan. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Pemilihan kepengurusan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jatimurni periode 2026-2029 yang digelar di Balai RW 007, Perum Pondok Jatimurni, Pondokmelati, Selasa (14/4/2026), memunculkan nama petahana sebagai pemenang.
Dr. Muzahid Akbar Hayat, kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua setelah unggul dalam proses pemungutan suara yang demokratis dan berkomitmen, untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan wilayah Jatimurni.
Ketua Panitia Pemilihan, Aan Burhanudin menyatakan, proses pemilihan berjalan lancar sesuai prosedur yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15. Ia menegaskan, tidak ada intervensi dalam penentuan hasil suara.
"Alhamdulillah berjalan lancar. Kami bertindak sebagai leading sector, karena BKM adalah mitra kerja utama kelurahan dalam bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," ujar Aan usai pemilihan, Selasa (14/4/2026).
Aan menjelaskan, terdapat 12 bakal calon yang diusulkan oleh RW di wilayah Kelurahan Jatimurni yang mengirimkan dua perwakilan. Dari total 69 suara yang diperebutkan, sebanyak 66 suara masuk, sementara 3 suara lainnya dianggap gugur karena ketidakhadiran pemilih.
"Hasilnya, ketua BKM lama kembali terpilih secara natural mengikuti alur demokrasi. Ini sudah final dan disaksikan langsung oleh jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat kelurahan," tambah Aan yang juga menjabat Kasie Permasbang Kelurahan Jatimurni.
Sementara itu, Ketua BKM terpilih yang juga menjabat sebagai Staf Ahli di Komisi VIII DPR RI, mengapresiasi antusiasme warga dan para ketua RW/RT yang terlibat. Ia menegaskan, bahwa jabatan tersebut adalah amanah sebagai mitra kelurahan dan pelayan masyarakat.
"BKM itu mitra kelurahan, tapi kami adalah perwakilan dari Bapak-bapak RW dan RT. Kami bekerja untuk mereka. Fokus ke depan adalah mengutamakan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat," tegas Akbar.
Akbar memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, mulai dari sinkronisasi usulan program pemerintah seperti Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Dana Alokasi Umum (DAU), hingga inovasi bantuan pendidikan.
"Selain Rutilahu, kami mencanangkan program beasiswa, bagi warga yang menempuh pendidikan di pondok pesantren maupun sekolah di bawah naungan Kementerian Agama," tuturnya.
Ia juga berencana meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat Kota, Provinsi, hingga Pusat untuk menarik lebih banyak program pembangunan ke Jatimurni.
"Kita akan berkolaborasi dengan forum BKM kota maupun anggota dewan. Tujuannya agar pembangunan seperti pelebaran jalan dan infrastruktur lainnya, bisa lebih maksimal dirasakan warga," kata Akbar.
Terpantau acara pemilihan tersebut berlangsung kondusif sejak siang hari. Namun, ada catatan dalam pelaksanaan pemungutan suara, tampak Lurah Jatimurni tidak terlihat di lokasi saat proses voting dimulai karena meninjau lokasi polder air di wilayah sekitar. (Pandu)



