![]() |
| Komisi IV DPRD Jabar saat ke Cibabat Cimahi |
inijabar.com, Cimahi– Komisi IV DPRD Jawa Barat mengawal ketat realisasi Program Listrik Desa yang ditujukan untuk menerangi lebih dari 100 ribu rumah tangga tidak mampu di seluruh wilayah Jawa Barat. Program ini dinilai krusial untuk menuntaskan rasio elektrifikasi sekaligus memastikan akses energi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, menyebut pekerjaan rumah pemerintah daerah masih sangat besar. Hingga kini, secara akumulatif masih terdapat lebih dari 100 ribu titik rumah tangga di Jawa Barat yang belum tersentuh aliran listrik dan membutuhkan intervensi melalui Program Listrik Desa.
“Ini bukan angka kecil. Masih ada lebih dari 100 ribu rumah tangga yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” kata Rizaldy. Kamis (5/2/2026)
Data tersebut menunjukkan bahwa pemerataan akses listrik di Jawa Barat masih menjadi tantangan besar. Kondisi inilah yang mendorong Komisi IV DPRD Jabar terus menekan pemerintah daerah agar realisasi program tidak berjalan lambat dan benar-benar menyasar masyarakat kurang mampu.
Rizaldy menegaskan, kebutuhan Program Listrik Desa di Jawa Barat masih sangat signifikan dan harus direalisasikan secara bertahap. Menurutnya, komitmen legislatif tidak hanya sebatas pengawasan anggaran, tetapi juga memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Meski pelaksanaan program sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah, Komisi IV DPRD Jabar tetap optimistis. Mereka berjanji akan terus mendorong Pemprov Jabar agar program ini menjadi prioritas, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga.
Dalam tinjauan lapangan di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, DPRD Jabar menemukan tujuh penerima manfaat yang telah menikmati sambungan listrik baru. Bantuan tersebut baru berjalan sekitar satu hingga dua bulan terakhir.
“Listrik bukan sekadar urusan teknis, tapi kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat,” tegas Rizaldy.
Para penerima manfaat di Cimahi pun mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Akses listrik dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari penerangan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Meski implementasi di Kota Cimahi dinilai berjalan sesuai rencana, DPRD Jabar tetap mengingatkan Pemprov Jabar agar mempercepat realisasi Program Listrik Desa di wilayah lain. Program ini diharapkan menjadi stimulus nyata peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.(*)



