![]() |
| Wakil Bupati Subang H.Agus Masykur Rosyadi berpose bersama dengan pengurus KOMPAK |
inijabar.com, Subang – Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK), sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus solusi sosial di tengah masyarakat.
Dukungan itu disampaikan Wabup yang akrab disapa Kang Akur saat menghadiri Seminar Kemasjidan – Insight Series Chapter 1 di Masjid Raudhatul Ilmi, Kawasan BRIN Subang, Minggu (8/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kang Akur menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata.
“Masjid tidak boleh hidup hanya saat waktu salat. Masjid harus hadir menjawab persoalan riil warga, menjadi ruang inklusif, ramah anak muda, dan pusat kolaborasi lintas generasi,” ujar Kang Akur di hadapan ratusan pengurus masjid.
Ia mengatakan, Pemerintah Daerah Subang siap bersinergi dengan KOMPAK agar masjid-masjid di Subang memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, masjid yang berdampak akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan sosial berbasis masyarakat.
Acara peluncuran KOMPAK diikuti sekitar 150 peserta dari lebih dari 100 masjid di berbagai wilayah Kabupaten Subang. Peserta terdiri dari ketua dan pengurus DKM, remaja masjid, hingga marbot, yang merepresentasikan ribuan jamaah di tingkat akar rumput.
Ketua KOMPAK, Juli Jajuli, menjelaskan bahwa KOMPAK dibentuk bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan sebagai sistem pendukung bagi pengurus masjid agar mampu mengelola masjid secara profesional, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Kami ingin masjid tidak berjalan sendiri-sendiri. KOMPAK hadir untuk menguatkan pengurus, membuka akses kolaborasi, serta memastikan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” kata Juli.
Sebagai langkah konkret, KOMPAK telah menyiapkan sejumlah program kerja yang langsung menyasar kebutuhan pengurus masjid, mulai dari pendampingan manajemen dan tata kelola keuangan masjid, pelatihan kepemudaan dan digitalisasi melalui Insight Series, hingga akses percepatan bantuan pemerintah, CSR perusahaan, dan lembaga filantropi.
Selain itu, KOMPAK juga menggulirkan program Safari Dakwah, studi tiru antar-masjid, serta penguatan jejaring kolaborasi antar-DKM se-Kabupaten Subang.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapat inspirasi dari sejumlah praktisi kemasjidan melalui materi seperti Masjid Sejuta Pemuda dan Masjid Makan-Makan sebagai contoh praktik baik pengelolaan masjid berbasis pemberdayaan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mayoritas pengurus masjid menyatakan kesiapan bergabung dalam jejaring KOMPAK untuk bergerak bersama membangun masjid yang lebih hidup dan berdampak. Dengan dukungan pemerintah daerah, DMI, komunitas pemuda, serta sektor industri, Subang ditargetkan menjadi pionir gerakan masjid berdampak di tingkat nasional.
“Harapannya, masjid bukan hanya makmur bangunannya, tapi makmur perannya. Ada anak muda yang betah, ada warga yang terbantu, dan ada jamaah yang merasa memiliki,” pungkas Juli.
Tentang KOMPAK
Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK) merupakan wadah kolaboratif penggerak dan pengurus DKM di Kabupaten Subang yang berfokus pada penguatan manajemen masjid, pemberdayaan pemuda, serta pengembangan program sosial berbasis masjid di bawah naungan Yayasan Bina Masyarakat Berdaya.(SriMS)



