Jalan Swatantra Dicor, Warga Ingatkan Pemkot Bekasi Atur Lalu Lintas Truk Besar

Redaktur author photo
Pengecoran jalan Swatantra Jatiasih

inijabar.com, Kota Bekasi – Perbaikan jalan Swatantra di kawasan Cipendawa, mulai dari Jembatan Cipendawa hingga arah BKD Jatiasih menimbulkan kemacetan.

Kondisi tersebut dikomentari sejumlah warga. Salah satunya datang dari Hendri Hasibuan (51), warga Jalan Raya Swatantra V, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, yang juga pemilik bengkel motor di Jalan Raya Cipendawa dan terdampak langsung proyek tersebut.

Hendri menilai kemacetan selama proses pengerjaan merupakan konsekuensi yang wajar.

“Kalau kemacetan itu kan wajar, Bang. Cuma ada bagusnya juga jalan dirapikan, Dulu waktu hujan ada beberapa motor jatuh terpeleset,” ujarnya. Senin (2/3/2026)

Menurut Hendri, perbaikan jalan memang sudah seharusnya dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.

“Ya wajar lah kalau sekarang dirapikan. Intinya bagus. Maklumin lah, demi kepentingan bersama,” katanya.

Namun, ia mengatakan persoalan utama di lapangan bukan sekadar kemacetan, melainkan operasional truk-truk besar, terutama truk sampah yang dinilai kerap melanggar aturan.

“Yang jadi kendalanya itu bukan macetnya, Bang. Ini truk-truk ini lah. Diatur lah. Terutama truk sampah. Banyak yang melanggar jam operasi malam. Kadang pagi masih lewat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi armada truk yang dianggap tidak layak jalan.

“Masa truk sudah rusak, sampah sampai tumpah jatuh di jalan. Itu kan mesti dibenarkan. Jalan sudah licin, ditambah sampah berserakan,” keluhnya.

Meski demikian, Hendri tetap mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani laporan jalan rusak.

“Kemarin saya baca berita, baru beberapa hari diberitakan jalan rusak, tahu-tahu langsung disikapi. Wali kota datang pula ke lokasi. Saya sangat bangga punya wali kota seperti beliau. Ini bukan menjilat, Bang. Bangga,” ucapnya.

Ia berharap perbaikan infrastruktur tidak hanya dilakukan di Cipendawa, melainkan juga di titik-titik lain yang masih mengalami kerusakan.

“Masih banyak jalan berlubang di Bekasi ini. Katanya ada juga yang sampai kebelah, itu bahaya juga,” katanya.

Sebagai pelaku usaha yang terdampak langsung, Hendri juga mengungkapkan adanya gangguan terhadap akses ke bengkelnya akibat perbaikan drainase.

“Sejak diperbaiki ini, drainase saluran air kami diputus. Terpaksa saya tutup dan bikin jembatan kecil sendiri supaya motor bisa masuk ke bengkel,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban atau viral di media sosial sebelum bertindak.

“Harapan saya sebelum jatuh korban, pemerintah sigap, cepat, tanggap,  jangan nunggu viral dulu. Sekarang kan zaman viral,” tandasnya.(firman)

Share:
Komentar

Berita Terkini