![]() |
| Patroli Jawara Sakti |
inijabar.com, Kota Bandung - Pemerintah Kota melalui Satpol PP tak main-main menjaga keamanan. Lewat operasi Patroli Jawara Sakti, Kota disisir intensif dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan dalam patroli malam yang digelar Selasa (28/4/2026) hingga Rabu dini hari.
Patroli yang berlangsung pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB ini menyasar sejumlah titik rawan yang selama ini jadi keluhan warga. Mulai dari kawasan Arcamanik, Sukamiskin, hingga ikon kota seperti tak luput dari pengawasan ketat petugas.
Operasi ini bukan sekadar patroli biasa. Satpol PP menggandeng Satlinmas dan masyarakat setempat untuk menciptakan pengamanan terpadu. Hasilnya, sejumlah potensi gangguan keamanan langsung terdeteksi di lapangan.
Salah satu temuan mencolok terjadi di Jalan Pacuan Kuda, sekitar . Berdasarkan laporan warga, lokasi tersebut kerap menjadi titik aksi pelemparan batu oleh sekelompok anak-anak yang menyasar pengendara. Aksi ini dinilai sangat membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan serius.
Tak hanya itu, kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang tertutup rimbunnya pepohonan juga menjadi sorotan. Minimnya pencahayaan membuat beberapa titik rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Di lokasi lain, tepatnya Jalan Purbasari, Kelurahan Cisaranten Kulon, petugas memantau area dekat pemakaman umum yang dikenal rawan aksi begal. Langkah antisipasi langsung dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama unsur kewilayahan.
Sementara di Jalan Terusan Jakarta dan kawasan , patroli difokuskan pada pengawasan aktivitas masyarakat untuk mencegah potensi gangguan ketertiban umum.
Komandan Regu patroli, Asep Nurhidayat, menegaskan sebelum patroli dimulai pihaknya melakukan koordinasi dengan Satgas Linmas di tingkat kecamatan dan kelurahan guna memastikan operasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, memastikan seluruh rangkaian patroli berlangsung aman dan terkendali tanpa insiden besar.
Namun, ia menegaskan patroli seperti ini akan terus digencarkan. “Ini komitmen kami. Tidak boleh ada ruang bagi gangguan keamanan di Kota Bandung,” ujarnya. Rabu (29/4/2026)
Dengan pola patroli terpadu dan berbasis laporan warga, pemerintah berharap potensi kejahatan bisa ditekan sebelum benar-benar terjadi. Sinergi antara aparat dan masyarakat pun menjadi kunci utama menjaga Bandung tetap kondusif bahkan saat sebagian kota terlelap.(novi)



