![]() |
| Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat sidak di Pasar Baru Bekasi. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang mencapai 50 persen, akibat kelangkaan bahan baku biji plastik saat melakukan peninjauan mendadak di Pasar Baru Bekasi, Rabu (15/4/2026).
Sidak yang dilakukan bersama jajaran TNI dan Dinas Ketahanan Pangan itu, bertujuan untuk memastikan stabilitas harga pangan pokok, di tingkat pedagang pasar tradisional. Meski harga pangan relatif stabil, persoalan non-pangan justru menjadi keluhan utama para pedagang.
Dalam pemantauan tersebut, Ahmad mencatat mayoritas komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, hingga bawang masih terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, harga daging sapi mulai menunjukkan tren kenaikan sebesar Rp10.000 per kilogram.
"Alhamdulillah secara keseluruhan harga masih stabil. Hanya daging sapi yang ada kenaikan sedikit, dari Rp140.000 menjadi Rp150.000 per kilogram. Ini faktor musiman karena mendekati Idul Adha, di mana stok banyak tersedot untuk kebutuhan kurban," ujar Ahmad Rizal di lokasi.
Isu krusial yang ditemukan di lapangan adalah, meroketnya harga plastik kemasan hingga hampir dua kali lipat dari harga normal. Ahmad menjelaskan, bahwa kelangkaan biji plastik menjadi akar masalah yang sedang diupayakan solusinya oleh pemerintah.
"Pemerintah akan mencarikan solusi, termasuk mencari alternatif dukungan pasokan biji plastik dari luar negeri. Kenaikan harga plastik hingga 50 persen ini tentu memberatkan para pedagang, sehingga stabilisasi stok harus dipercepat," tuturnya.
Sebagai langkah darurat untuk menekan biaya operasional pedagang kecil, Bulog menyarankan peralihan media pengemasan dari plastik ke bahan yang lebih mudah didapat.
"Kami mensosialisasikan kepada pedagang kecil, untuk sementara menggunakan alternatif kemasan dari kertas atau paper bag. Sambil menunggu stok plastik nasional kembali normal, pemanfaatan kertas bisa menjadi solusi awal yang ekonomis," pungkas Ahmad. (Pandu)



