Dirut PDAM Bekasi Borong Penghargaan, Warganet: Lawak Banget !

Redaktur author photo


inijabar.com, Kota Bekasi- Raihan penghargaan yang diterima Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 justru menuai respons kritis dari publik. 

Alih-alih mendapat apresiasi penuh, kolom komentar media sosial milik @infobekasi dibanjiri sindiran hingga keluhan warga.

Dalam unggahan akun Instagram resmi, disebutkan bahwa pimpinan BUMD air tersebut meraih predikat Top CEO berkat dinilai inovatif dan memiliki kontribusi nyata. Namun, sejumlah warganet mempertanyakan indikator penilaian tersebut.


“Air sering mati, sekali ngalir malah keruh. Penghargaan dari mana?” tulis salah satu pengguna. Komentar lain menyindir penghargaan tersebut sebagai “award bikin sendiri” hingga menuding maraknya jasa event organizer yang menawarkan penghargaan kepada instansi.

Kritik juga menyoroti kualitas layanan dasar yang dinilai belum optimal. Warga mengeluhkan distribusi air yang tidak lancar, bahkan harus menggunakan pompa tambahan agar air bisa mengalir ke rumah.

“Kalau tidak disedot mesin, air tidak keluar. Tapi bisa dapat penghargaan, aneh,” tulis komentar lainnya.

Fenomena ini menunjukkan adanya jurang persepsi antara klaim capaian kinerja manajemen dengan pengalaman langsung pelanggan di lapangan. Di satu sisi, manajemen menilai penghargaan sebagai bentuk pengakuan kinerja. Namun di sisi lain, publik justru menuntut pembuktian melalui peningkatan layanan nyata.

Ajang TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai penghargaan yang melibatkan penilaian berbasis kinerja dan presentasi korporasi. Meski demikian, transparansi indikator dan relevansi dengan kondisi riil di lapangan kerap menjadi sorotan.

Pengamat menilai, kritik warganet ini menjadi alarm bagi BUMD agar tidak sekadar mengejar citra melalui penghargaan, tetapi fokus pada perbaikan layanan publik. Terlebih, Perumda Tirta Patriot merupakan perusahaan daerah yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat, yakni air bersih.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen terkait gelombang kritik yang muncul di media sosial tersebut.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini