inijabar.com, Majalengka- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat tahun 2026 di SD Negeri Majalengka Wetan IV, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tetap berlangsung lancar meski sempat terkendala gangguan listrik.
Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq bersama Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdan dan Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Umar Mar'uf, dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan baik sekaligus menyerap aspirasi warga sekolah.
Dalam dialog dengan siswa kelas VI, Fajar menemukan bahwa soal TKA dinilai menantang dan mendorong pola pikir kritis.
“Ada soal yang terlihat mengecoh, tetapi ketika diperhatikan ulang bisa ditemukan jawabannya. Ini menunjukkan TKA dirancang untuk merangsang kemampuan berpikir, bukan sekadar hafalan,” ujar Umar di Majalengka, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan, TKA bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta menjadi alat pemetaan capaian belajar. Menurutnya, hasil TKA dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Kepala SDN Majalengka Wetan IV, Ai Ratna Nurjati, mengakui sempat terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan pelaksanaan ujian tertunda sesaat. Namun, kondisi tersebut segera teratasi dan kegiatan kembali berjalan normal.
“Pelaksanaan sempat terhenti karena listrik padam, tetapi setelah itu bisa dilanjutkan dengan baik,” kata Ratna.
Ia juga menyebut keterbatasan perangkat menjadi tantangan lain sehingga pelaksanaan TKA harus dibagi dalam beberapa sesi. Meski demikian, antusiasme siswa tetap tinggi.
Menurutnya, dukungan guru dan orang tua turut berperan penting dalam kelancaran TKA. Guru memberikan pendampingan tambahan di luar jam sekolah, sementara orang tua aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Secara umum, pelaksanaan TKA di SDN Majalengka Wetan IV berjalan kondusif dan menjadi sarana evaluasi kemampuan siswa, meski dihadapkan pada sejumlah kendala teknis di lapangan.(*)



