Program CIBEST: Mahasiswa Unsil Tantang Warga Turunkan Tekanan Darah

Redaktur author photo
Gelaran  Program CIBEST di Unsil

inijabar.com, Ciamis- Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) tak sekadar turun ke lapangan—mereka “menantang” warga Ciamis untuk benar-benar mengubah gaya hidup. Lewat Program CIBEST (Ciamis Bebas Tekanan Darah Tinggi), tim Ashta Amerta mendorong aksi nyata melawan hipertensi yang selama ini kerap luput disadari.

Berangkat dari data puskesmas dan temuan lapangan, tingginya risiko penyakit tidak menular—terutama tekanan darah tinggi—menjadi alarm serius. Alih-alih berhenti di edukasi, program ini langsung menyasar perubahan perilaku: pola makan rendah garam, aktivitas fisik rutin, hingga pengelolaan stres.

Didukung kelurahan dan tenaga kesehatan setempat, kegiatan digelar menyentuh langsung masyarakat. Mulai dari penyuluhan, cek kesehatan gratis, hingga pemeriksaan tekanan darah yang melibatkan kader, tokoh masyarakat, dan warga lintas usia.

Yang membedakan, CIBEST menghadirkan “challenge” penurunan tekanan darah. Warga tidak hanya diberi tahu, tapi diajak berkompetisi sehat: menjalani pola hidup lebih baik secara konsisten dalam periode tertentu, sambil memantau hasilnya secara berkala.

“Ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tapi mendorong perubahan nyata. Kami ingin masyarakat langsung praktik hidup sehat,” tegas perwakilan tim Ashta Amerta.

Sebagai penguat keberlanjutan, tim juga meluncurkan buku edukasi “Hipertensi? No Way!”. Disusun dengan bahasa sederhana, buku ini menjadi panduan praktis agar masyarakat bisa mandiri mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

CIBEST bukan hanya program kampus—ini gerakan perubahan. Jika konsisten, langkah kecil ini bisa jadi kunci menuju Ciamis yang lebih sehat dan bebas dari ancaman hipertensi.(edo)

Share:
Komentar

Berita Terkini