![]() |
| Wali Kota Bekasi bersama istri sedang mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan gratis. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Peringatan Hari Kartini tahun ini di Kota Bekasi, menjadi momentum penguatan peran masyarakat dalam isu kesehatan dan lingkungan hidup. Di tengah kemeriahan perayaan, perhatian tertuju pada integrasi program pemerintah daerah, yang menyentuh langsung hingga tingkat RW.
Dalam kegiatan sosial yang digelar PAC PDI Perjuangan Bekasi Timur, isu pengolahan sampah dan mitigasi banjir menjadi poin krusial, yang dibahas di hadapan ratusan warga, di Kelurahan Aren Jaya, Minggu (19/4/2026)
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan masyarakat, dalam menyukseskan program pembangunan daerah, seperti pembuatan sumur resapan dan kemandirian energi.
"Kegiatan seperti ini penting karena menyentuh langsung kebutuhan warga. Ini bentuk nyata bahwa masyarakat adalah amanat yang harus terus dijaga," ujar Tri Adhianto di sela-sela penanaman pohon di Perumahan Wisma Jaya.
Tri juga memaparkan rencana strategis Pemerintah Kota Bekasi, terkait pengolahan sampah yang akan dikonversi menjadi energi listrik, serta optimalisasi anggaran tingkat RW untuk pembangunan infrastruktur resapan air.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Bekasi Timur, Nova Angelika Maharani, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap semangat Kartini, dengan cara memberikan pelayanan nyata kepada warga, khususnya di bidang kesehatan.
“Kami menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bekerja sama dengan PMI serta RS Bhakti Kartini. Kami berharap kebersamaan ini menjadi semangat dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat ke depannya,” ungkap Nova.
Selain aspek kesehatan melalui senam massal yang dipandu instruktur Aida Saskia, acara tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal, untuk memamerkan produk kuliner mereka.
Terpantau, acara yang turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, Wiwiek Hargono, jajaran kelurahan, LPM, hingga Karang Taruna itu ditutup dengan aksi simbolis pelestarian lingkungan. (Pandu)



