Sekolah Swasta di Pangandaran Ini Terapkan 'Barcode Anti Bolos'

Redaktur author photo
Petugas Keamanan Sekolah saat menscan barcode siswa

inijabar.com, Pangandaran – Penerapan aturan konvensional di sekolah mulai bergeser ke sistem digital guna meningkatkan disiplin siswa. Salah satunya dilakukan oleh Madrasah Aliyah (MA) Al Furqon Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang kini menerapkan absensi berbasis barcode.

Sistem yang dinamai “Barcode Anti Bolos” ini mengharuskan setiap siswa melakukan pemindaian (scan) saat datang dan pulang sekolah. Proses tersebut diawasi langsung oleh petugas keamanan guna memastikan kehadiran siswa tercatat secara akurat.

Pihak sekolah menyebut, penggunaan barcode tidak hanya berfungsi sebagai alat absensi, tetapi juga untuk memantau mobilitas siswa selama berada di lingkungan sekolah.

“Dengan sistem ini, data kehadiran siswa menjadi lebih akurat dan bisa dipantau secara langsung,” ujar Petugas Keamanan Sekolah Dani Ramdani.

Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan akses informasi bagi orang tua. Wali murid dapat memantau aktivitas kehadiran anak secara real time, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap pihak sekolah.

Sejak diterapkan, perubahan perilaku siswa mulai terlihat. Sebelumnya, terdapat kasus siswa yang berpamitan berangkat ke sekolah, namun tidak benar-benar hadir karena tidak terpantau secara langsung oleh orang tua.

Kini, dengan sistem barcode, potensi siswa bolos dapat diminimalisir karena kehadiran mereka tercatat dan dapat diakses secara langsung oleh orang tua.

Penerapan inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan siswa.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini