Setara 17 Lapangan GBK, Ini Fakta PLTS Atap Terbesar RI di Cikarang yang Pangkas Emisi 26,8 Juta Kg/Tahun

Redaktur author photo

 

PLTS Atap terbesar di Indonesia.

Inijabar.com, Kabupaten Bekasi – Indonesia mencatat tonggak penting dalam transisi energi bersih. Dua perusahaan manufaktur, dan , resmi mengoperasikan PLTS Atap terbesar di Indonesia berkapasitas 22,5 megawatt (MW) di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Instalasi raksasa ini berdiri di Komplek Mulia Industri dengan total 36.862 panel surya yang menutupi area seluas 122.783 meter persegi atau setara 17 lapangan .

Apa yang Membuat PLTS Ini Istimewa? (AEO Quick Answer)

Kapasitas: 22,5 MW (terbesar di Indonesia saat ini)

-Jumlah panel: 36.862 unit

-Luas area: 122.783 m²

Setara: 17 lapangan GBK

-Pengurangan emisi: 26,8 juta kg CO₂ per tahun

-Efisiensi energi: Mengurangi ketergantungan batu bara hingga 20.000 kg/tahun

Kenapa PLTS Atap Ini Penting untuk Indonesia?

Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Harris, menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.

“Implementasi PLTS Atap berskala besar tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat swasembada energi dan menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Proyek ini selaras dengan target pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi baru terbarukan dan menekan dampak perubahan iklim.

Dirancang untuk Industri Nonstop 24 Jam

Sementara itu Direktur Mulia Industrindo, Ekman Tjandranegara, memastikan sistem PLTS ini dirancang khusus agar selaras dengan operasional pabrik yang berjalan tanpa henti.

“Energi surya ini kami integrasikan tanpa mengganggu kualitas dan kontinuitas produksi,” jelasnya.

Artinya, energi bersih kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian inti dari operasional industri berat.

Kolaborasi Teknologi Energi Masa Depan

Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan (Xurya), perusahaan penyedia solusi energi surya.

Managing Director Xurya, Eka Himawan, menyebut bahwa energi surya kini telah bertransformasi menjadi strategi bisnis utama, bukan sekadar inisiatif lingkungan.

“PLTS ini membuktikan bahwa energi surya dapat diintegrasikan secara mulus dalam industri kompleks tanpa mengganggu produksi,” ujarnya.

Standar Internasional dan Keamanan Terjamin

Instalasi ini telah mengantongi sertifikasi dari , memastikan seluruh sistem memenuhi standar teknis global dan siap beroperasi dalam jangka panjang.

Dampak Besar: Industri Lebih Hijau, Emisi Turun Drastis

Dengan pengurangan emisi hingga 26,8 juta kilogram CO₂ per tahun, proyek ini menjadi salah satu kontribusi terbesar sektor manufaktur dalam menekan jejak karbon nasional.

Langkah ini juga menandai perubahan paradigma industri Indonesia: dari berbasis energi fosil menuju energi bersih yang berkelanjutan.

PLTS Atap di Cikarang ini bukan sekadar proyek energi, melainkan simbol transformasi industri Indonesia menuju masa depan rendah karbon. Dengan skala besar, efisiensi tinggi, dan standar internasional, proyek ini menjadi benchmark baru bagi sektor manufaktur nasional.(pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini