UMKM Wajib Adaptif, Bos Optik Zolaris: Krisis Justru Bikin Omzet Melejit

Redaktur author photo
Owner Optik Zolaris M Farid Nugraha

inijabar.com, Kuningan- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong tetap adaptif di tengah dinamika geopolitik global yang memicu ketidakpastian ekonomi. 

Situasi krisis dinilai bukan hanya ancaman, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang.

Pemilik Optik Zolaris, M Farid Nugraha, mengatakan setiap krisis selalu menghadirkan hikmah bagi pelaku usaha. 

“Di setiap krisis itu bagi kita pengusaha selalu ada peluang. Tinggal bagaimana kita bisa adaptif terhadap isu-isu yang ada,” ujar Farid kepada inijabar.com Selasa (14/4/2026).

Ia menyarankan pelaku UMKM menerapkan strategi survival mode sebagai langkah awal menghadapi tekanan. Salah satunya dengan meninjau kembali pengeluaran bisnis dan memangkas biaya yang tidak krusial.

“Pengeluaran yang tidak terlalu penting bisa kita cut loss dulu atau dikurangi,”ucapnya.

Langkah efisiensi ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah kondisi tidak menentu.

Selain efisiensi, Farid menekankan pentingnya kejelian membaca peluang di tengah krisis. Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi titik balik bagi pelaku usaha untuk bangkit melalui inovasi.

Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi contoh nyata bagi perusahaannya. Ia mengungkapkan usahanya sempat terdampak kebijakan pembatasan sosial hingga jumlah outlet berkurang dari 12 menjadi 6.

“Waktu itu orang banyak di rumah dan digital lagi naik. Kita manfaatkan penjualan online, dan alhamdulillah omzetnya justru dua kali lipat lebih tinggi dibanding sebelumnya,” ujarnya. Kondisi tersebut mendorong peralihan strategi ke penjualan daring melalui marketplace.

Ia menilai era saat ini merupakan era informasi dan teknologi yang membuka banyak peluang baru. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Farid juga mencontohkan kenaikan harga bahan baku seperti plastik dapat disiasati dengan mencari alternatif material lain. 

“Pasti ada solusinya, selama kita mau berpikir dan berinovasi,”kata Farid.

Dia menjelaskan, Optik Zolaris merupakan perusahaan ritel di bidang kesehatan optik yang menyediakan kacamata dan softlens. Perusahaan ini berdiri sejak 1984 dengan nama Optik Moriska dari satu gerai kecil di Bandung.

Perusahaan kemudian berekspansi ke Kuningan pada 2007. Pada Maret 2018, nama Optik Moriska resmi berubah menjadi Optik Zolaris sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan.

Hingga 2022, Optik Zolaris telah memiliki sembilan gerai. Tujuh gerai berada di wilayah Kuningan dan dua lainnya tersebar di luar daerah.

Ekspansi juga dilakukan ke Subang pada awal 2019 dan Ciledug pada Maret 2021. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Farid optimistis perusahaannya dapat terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.(Rojik)

Share:
Komentar

Berita Terkini