Anne Ratna Diperiksa Lagi, Skandal Mobil Mewah Purwakarta Masuk Babak Panas

Redaktur author photo

 

Mantan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (kerudung) saat memasuki gedung Kajari Purwakarta pada Senin (25/5/2026)


inijabar.com, Purwakarta- Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM), akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta terkait kasus dugaan gratifikasi mobil mewah yang kembali menyita perhatian publik, Senin (25/5/2026). 

Pemeriksaan ini disebut menjadi momentum penting dalam pengusutan kasus yang telah bergulir sejak awal 2024 dan belum juga menetapkan tersangka.

ARM tiba di kantor Kejari Purwakarta sekitar pukul 09.40 WIB menggunakan mobil hitam bernomor polisi B 1978 KCS. Ia datang didampingi sejumlah penasihat hukum dan langsung menjadi sorotan awak media yang telah menunggu sejak pagi.

Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Anne sempat menyapa wartawan dengan santai. Sikap tenang mantan orang nomor satu di Purwakarta itu justru memunculkan tanda tanya besar di tengah derasnya sorotan publik terhadap kasus dugaan gratifikasi yang menyeret namanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemeriksaan kali ini merupakan pemanggilan kedua. Sebelumnya, Anne dikabarkan tidak hadir karena alasan kesehatan. Kini, kehadirannya dinilai sebagai sinyal bahwa Kejari mulai memasuki fase krusial penyidikan.

Mobil Innova Hybrid Jadi Titik Awal

Kasus ini menguat setelah Kejari Purwakarta menyita satu unit Toyota Innova Hybrid Zenix bernomor polisi T 1507 CA yang diduga berkaitan dengan praktik gratifikasi di lingkungan Pemkab Purwakarta. 

Kendaraan tersebut disebut tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Penyidik sebelumnya juga telah melakukan penggeledahan di kantor Pemkab Purwakarta dan PDAM untuk mendalami dugaan aliran dana serta keterkaitan sejumlah pihak dalam kasus tersebut.

Tak hanya Anne Ratna Mustika, sejumlah ASN, mantan pejabat daerah hingga unsur legislatif juga telah dipanggil dan diperiksa Kejari Purwakarta dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, pemeriksaan maraton terhadap saksi disebut berlangsung hampir setiap hari kerja.

Publik Mulai Curiga, Kenapa Belum Ada Tersangka?

Meski kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan dan puluhan saksi telah diperiksa, Kejari Purwakarta hingga kini belum menetapkan satu pun tersangka. Kondisi itu memicu kritik publik karena penanganan perkara dianggap berjalan lambat.

Di sisi lain, muncul dugaan bahwa penyidik kini mulai mendalami kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan menelusuri aliran dana serta aset terkait kasus tersebut.

Pengamat hukum menilai, pemeriksaan langsung terhadap mantan kepala daerah menjadi langkah penting untuk mengurai dugaan relasi antara kekuasaan, fasilitas mewah, dan birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.

Babak Baru Politik Purwakarta?

Kasus ini bukan hanya soal dugaan gratifikasi kendaraan mewah. Publik mulai melihat adanya potensi efek politik yang lebih besar, mengingat Anne Ratna Mustika merupakan figur penting di Purwakarta dan Jawa Barat.

Jika Kejari berhasil mengungkap konstruksi perkara secara terang, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal politik terbesar yang pernah mengguncang Purwakarta dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah pemeriksaan Anne Ratna Mustika akan berujung pada penetapan tersangka, atau justru kembali menjadi perkara panjang tanpa kepastian hukum?.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini