![]() |
| Aktifis lingkungan ikut membersihkan sampah pasca pesta konvoi Persib Juara 2026 |
inijabar.com, Kota Bandung- Euforia kemenangan di ajang berubah menjadi persoalan serius bagi Kota Bandung. Di balik pesta juara dan konvoi ribuan bobotoh yang memadati jalanan, bukan hanya adanya ratusan luka-luka dan handphone hilang.
Namun juga catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengungkap fakta mencengangkan: sekitar 112 ton sampah menumpuk hanya dalam semalam.
Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik pusat perayaan mulai dari kawasan Cikapayang, Jalan Asia Afrika, hingga perempatan Sudirman. Botol plastik, bekas minuman, petasan, hingga flare berserakan memenuhi jalanan setelah ribuan suporter merayakan gelar juara Persib.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengungkapkan persoalan terbesar bukan hanya volume sampah, tetapi bobotnya yang sangat berat akibat banyaknya sisa flare berbahan logam yang dibakar sepanjang konvoi berlangsung.
“Secara volume sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi berat karena banyak kandungan logam dari flare,” ujarnya.
Kawasan Cikapayang menjadi titik paling parah. Petugas kebersihan menemukan tiga karung besar berisi sisa flare dan enam karung kecil botol minuman bekas yang tercecer di sepanjang jalan. Sementara di jalur Asia Afrika hingga Sudirman, sampah plastik dan bekas petasan mendominasi trotoar maupun badan jalan.
Petugas kebersihan harus berjibaku sejak malam hingga pagi untuk memulihkan kondisi kota. Namun proses pembersihan tidak berjalan mudah. Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung membuat sampah bercampur lumpur dan menyulitkan pengangkutan.
DLH bahkan mengakui hingga pagi hari proses pengangkutan sampah belum mencapai 50 persen karena banyaknya titik penumpukan dan kondisi jalan yang basah.
Fenomena ini langsung memicu sorotan publik. Di media sosial, banyak warga mempertanyakan kesadaran sebagian bobotoh yang larut dalam euforia tanpa memikirkan dampak terhadap kebersihan kota. Tidak sedikit pula yang menyayangkan penggunaan flare dan petasan yang meninggalkan limbah berbahaya serta memperberat kerja petugas kebersihan.
Perayaan juara memang menjadi momen bersejarah bagi warga Jawa Barat. Namun ledakan sampah hingga ratusan ton ini memperlihatkan sisi lain dari pesta kemenangan Persib: kota yang dipenuhi euforia sekaligus dibanjiri sampah.
Kini publik menunggu langkah tegas pemerintah daerah dan komunitas suporter agar perayaan besar berikutnya tidak lagi meninggalkan “warisan” ratusan ton sampah di jantung Kota Bandung.(*)



