![]() |
| Ketua Bapemperda Hendrik Tangke Allo |
inijabar.com, Depok – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mendorong Lebaran Depok masuk ke dalam agenda program pengembangan dan berkelanjutan kebudayaan lokal sebagaimana diatur Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Pernyataan tersebut disampaikan, Hendrik Tangke Allo usai menghadiri pembukaan Lebaran Depok 2026 yang dimulai dengan rangkaian kegiatan ngubek empang, di kawasan Kebayunan, Tapos, Kota Depok, Selasa (5/5/2026).
Hendrik menyampaikan bahwa Kota Depok saat ini sudah memiliki regulasi yang mengatur tentang Pemajuan Kebudayaan. Namun untuk implementasinya, kata dia perlu adanya gerakan yang lebih masif lagi.
“Kita sudah ada ya, perda tentang kebudayaan. Cuma memang, untuk implementasinya di lapangan harus lebih digerakan lagi,” kata HTA yang akrab disapa.
Lebih lanjut HTA juga menyoroti pihak-pihak terkait yang tidak menerapkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Perda. Padahal, aturan itu seharusnya dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada.
“Percuma kalau kita punya aturan, tapi kita tidak implementasikannya di lapangan. Kan percuma juga,” terangnya.
Meski demikian, menurutnya gelaran Lebaran Depok yang masih dipertahankan hingga hari ini, dapat dijadikan salah satu upaya untuk Pemajuan Kebudayaan.
“Nah hari ini sebenarnya tujuan untuk Depok Berbudaya, sudah terlaksana,” tandasnya.
Selain itu, HTA juga menilai perlu juga adanya kolaborasi dengan berbagai pihak stakeholder maupun masyarakat, tokoh budaya dan pemerintah. Agar ke depan kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan dan pengembangan kebudayaan di daerah.
“Kita harus kolaborasi bersama dengan berbagai stakeholder, masyarakat, tokoh budaya maupun pemerintah,” pungkasnya.
“Supaya ke depan anak cucu kita, anak-anak muda, generasi muda kita tahu, bahwa depok ini punya budaya tradisi mulai dari ngubek empang, ngaduk dodol dan lainnya. Karena kan banyak juga anak-anak muda kita sekarang ini, khususnya Gen Z mungkin, belum tahu budaya seperti itu,” tambahnya. (Risky)



