Nekat Seberangi Kali Bekasi, Pemuda 22 Tahun Hilang Terseret Arus

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Kota Bekasi - Seorang pemuda berinisial MIM (22), dilaporkan hilang terseret arus setelah nekat menyeberangi aliran Kali Bekasi, di kawasan Kompleks Pondok Mitra Lestari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026) sore.

Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, bersama aparat kepolisian masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bekasi, Karsono, membenarkan adanya peristiwa kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut. Pihaknya menerima laporan warga, pada pukul 17.36 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi.

"Benar, ada satu korban inisial MIM, warga Jakasampurna, Bekasi Barat, yang dilaporkan hilang tenggelam. Petugas kami sudah tiba di lokasi sejak pukul 18.05 WIB untuk melakukan tindakan awal," ujar Karsono melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Karsono, peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya sedang memancing di area polder. Karena tidak kunjung mendapatkan ikan, korban kemudian mengajak rekan-rekannya berpindah ke area bantaran Kali Bekasi.

Sesampainya di tepi sungai, korban berinisiatif mengajak teman-temannya untuk menyeberangi aliran Kali Bekasi. Meski sebagian temannya menolak karena takut dengan kedalaman dan arus sungai, korban bersama beberapa rekan lainnya tetap nekat menceburkan diri untuk menyeberang.

"Diduga karena kelelahan saat berada di tengah sungai, korban tidak mampu melawan arus lalu terbawa aliran sungai. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terakhir terlihat sempat terseret sejauh 50 meter dari titik awal sebelum akhirnya hilang tenggelam," kata Karsono menjelaskan kronologi kejadian.

Berdasarkan data BPBD, korban memiliki ciri-ciri fisik berkulit putih, rambut keriting, tinggi badan sekitar 160 sentimeter, dan terakhir terlihat mengenakan celana pendek berwarna hijau-putih. Korban juga diketahui memiliki bekas luka kecelakaan di dekat ibu jari kaki kanan dan kirinya.

Upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD Kota Bekasi, Polsek Jatiasih, Satpol PP, Linmas, serta pengurus RT dan RW setempat. 

Petugas di lapangan dibekali dengan sejumlah peralatan penyelamatan, termasuk satu unit perahu rafting, pelampung, tali karmantel, hingga lampu senter untuk penerangan malam hari.

Hingga pukul 19.15 WIB, tim gabungan telah melakukan penyisiran visual di jalur darat sejauh 100 meter dari titik awal jatuhnya korban. Petugas sempat mendeteksi keberadaan korban di sekitar tumpukan batang kayu, namun proses evakuasi masih terus diupayakan karena terkendala kondisi medan dan pencahayaan.

"Situasi akhir saat ini korban masih dalam proses pencarian. Kami memaksimalkan pemantauan visual darat dan penyisiran di sekitar lokasi tumpukan kayu, tempat korban terakhir terdeteksi," pungkas Karsono. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini