![]() |
| Warga berkerumun menyaksikan keseruan Ngubek Empang di acara Lebaran Depok |
inijabar.com, Depok– Tradisi meriah Ngubek Empang Lebaran Depok 2026 di Situ Pondokjaya berubah jadi insiden mencekam. Dua warga dilaporkan mengalami luka serius saat mengikuti kegiatan yang digelar di kawasan Cipayung, Selasa (5/5/2026).
Acara yang semestinya penuh keceriaan ini justru diwarnai kecelakaan berdarah: seorang bocah tertancap mata kail di kaki, sementara warga dewasa lainnya mengalami luka robek akibat pecahan kaca di dalam empang.
Dari Seru Jadi Mencekam
Suasana sejak pagi memang sudah dipadati ratusan warga yang antusias mengikuti tradisi tahunan ini. Bahkan, acara turut dihadiri pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Depok, unsur DPRD, camat, hingga lurah setempat.
Namun, di tengah keramaian itu, insiden pertama menimpa PRH (13), seorang pelajar SMP di Depok. Saat asyik mengubek ikan di dalam empang, jempol kakinya tiba-tiba tertancap mata kail berukuran besar.
“Ketancap satu mata kail waktu ngubek. Di dalam air susah gerak karena ramai,” ujar PRH. Rabu (6/5/2026)
Situasi semakin sulit karena banyaknya warga di dalam kolam membuat korban kesulitan keluar. Ia akhirnya berhasil mencapai tepi setelah berusaha berenang sambil berjalan di dalam air.
Penanganan Medis: Disuntik dan Dievakuasi
Setibanya di pinggir empang, PRH langsung mendapat pertolongan tenaga medis. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Ratujaya untuk penanganan lebih lanjut.
Di sana, korban mendapat suntikan anti tetanus dan tindakan pencabutan mata kail dari kakinya.
“Disuntik kebal dulu, baru dicabut. Di puskesmas juga disuntik beberapa kali dan dikasih obat,” jelasnya.
Korban Kedua: Luka Menganga Kena Pecahan Kaca
Tak lama setelah kejadian tersebut, insiden kedua terjadi. Seorang warga dewasa mengalami luka cukup parah di telapak kaki akibat tersayat pecahan beling di dalam empang.
Menurut saksi di lokasi, kejadian terjadi hampir bersamaan dengan insiden pertama.
Korban bahkan harus mendapatkan tindakan medis serius berupa jahitan.
“Darahnya banyak, katanya sampai enam atau delapan jahitan,” ungkap PRH yang sempat bertemu korban di puskesmas.
Tradisi Ngubek Empang Dipertanyakan: Aman atau Lalai?
Insiden ini langsung memicu kekhawatiran warga terkait aspek keamanan dalam pelaksanaan tradisi Ngubek Empang. Pasalnya, kegiatan tersebut melibatkan ratusan orang yang turun langsung ke kolam tanpa perlindungan kaki.
Padahal, dalam acara itu ditebar lebih dari.2 ton ikan mas dan sekitar 50 ekor bebek. Namun, keberadaan benda berbahaya seperti mata kail, pecahan kaca menjadi sorotan serius.
Evaluasi Mendesak: Jangan Sampai Terulang
Peristiwa ini membuka pertanyaan besar apakah standar keamanan acara sudah diperhatikan dengan baik?
Tradisi budaya memang penting untuk dilestarikan. Namun tanpa pengamanan maksimal, justru bisa membahayakan keselamatan warga.
Beberapa hal yang dinilai perlu dievaluasi yakni sterilisasi area empang dari benda tajam, larangan penggunaan alat berbahaya seperti kail, penyediaan perlengkapan keamanan (alas kaki khusus) dan pengawasan ketat dari panitia.
Ngubek Empang yang seharusnya jadi simbol kebersamaan Lebaran di Depok justru meninggalkan luka bagi sebagian peserta. Insiden ini jadi pengingat bahwa keselamatan harus jadi prioritas utama dalam setiap tradisi massal.(Risky)



